Print this page

Dari 93 Situ, 35 Persen Terawat

Bogor- Salah satu situ di Bogor yang masih terawat, Situ Pakuan Utama Bogor- Salah satu situ di Bogor yang masih terawat, Situ Pakuan Utama

detaktangsel.com - BOGOR, Hanya 35 persen situ atau embung yang ada di wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dalam kondisi baik. Sisanya dalam kondisi buruk, terganggu dan tidak jelas karena kering/menjadi daratan. Padahal, keberadaan situ diyakini sebagai salah satu media dalam penanggulangan banjir.

Di tahun 2013 lalu, Badan Geospasial Indonesia (BIG) melakukan pemetaan situ-situ yang berada di Jabotabek melalui pengamatan citra satelit dan mencatat setidaknya ada 204 situ di Jabotabek dengan daya tampung volume mencapai 16,3 juta meterkubik.

“Selain melakukan pengamatan citra satelit, tim juga melakukan pengecekan lapangan diperoleh informasi 74 situ dalam kategori buruk, 46 situ terganggu, 11 mengering /menjadi daratan dan sisanya 73 masih dalam kondisi baik,” kata Deputi Informasi BIG, Nurwadjedi.

Kata Nur, kondisi situ dinilai beradasarkan badan situ, apakah terjadi penyusutan luas, batas-batas situ yang berubah fungsi, vegetasi air dan kuailitas air. “Hanya 35 persen kondisi situ masih dalam kondisi baik, sedangkan sebagain besar kondisinya buruk bahkan ada yang sudah menjadi dataran serta berubah menjadi pemukiman,” paparnya.

Jumlah situ di Bogor seluruhnya ada 99. Data tahun 1990 luas mencapai 500,27 ha, tahun 2000 turun menjadi 437,35 ha, dan data tahun 2010 menjadi 438,66 ha. Sedangkan situ di DKI teracacat mencapai 21 situ dengan luas 176,ha dan di tahun 2010 luasnya turun menjadi 137,1 ha atau turun sekitar 22,3 persen.

“Penurunan luas tentunya disertai pendangkalan atau secara umum disebut penyusutan volume yang berakibat menurunya daya tamping air,” kata Nur.

Kata dia, Situ Atap di Tangerang merupakan salah satu dari banyak kasus situ yang berkurang luasanya oleh pengembang untuk pemukiman. Hampir sama kondisinya dengan Situ Rorotan di Kecamatan Calingcing, Jakarta Utara. Atau situ yang sudah kering sama sekali seperti Situ Kayumanis, Tanahseral, Kota Bogor, Rawa Kendal dan Rawa Penggilingan di Jakarta Timur.

“Jika fungsi situ tersebut dimaksimalkan akan membantu menurunkan debit air sungai hingga dapat menanggulangi banjir Jakarta dan sekitarnya,” jelas Nur.

Satu dari 99 keberadaan situ di Bogor adalah situ Salabenda di Desa Parakanjaya, Kecamatan Kemang. Kabupaten Bogor. Situ seluas 6 ha tersebut membatasi tiga kampung, yakni kampung Sawah, kampung Salabenda dan kampung Gardusetu.

Menurut Munasik, 45 tahun, warga sekitar.Situ Salabenda adalah situ alami dan sekitar tahun 70-an luaasan situ mencapai 7 ha hingga 10 ha, dan mulai menyusut pada tahun 2000-an. “Setelah airnya menyusut, daratan tersebut digunakan warga untuk membangun,” katanya.

Situ Salabenda sendiri mendapatkan aliran air dari anak sungai Cisadane lalu mengalirkan kembali ke sungai Pakancilan dan menyatu ke sungai Pesangrahan dan menurut Munasik bahwa terkahir kali situ tersebut hanya mempunyai kedalaman 2 meter di pinggiran situ dan kedalaman 5 meter untuk di tengah situ.

 “Pernah dilakukan pengerukan pada tahun 2011, itu pun karena ada perbaikan tanggul karena jebol pada tahun 2009,” tandasnya. (rul)

Rate this item
(0 votes)