pdam tirta

Untung Melayang, Buntung Diraihnya

detaktangsel.com CELOTEH - Kabar Komat kehilangan tujuh ekor jadi isu besar. Kawanan itu raib menjelang Subuh, memasuki Idul Adha.

Apes banget Komat. Mau untung malah buntung. Ada-ada saja yang dialami pria Betawi asli ini.

Komat cerita ama aku, nyesek banget. Kambingan, dagangannya dicolong. Bak kena sirep. Pada saat naas, Komat beserta pegawainya yang bernama Pake, tidur pulas. Udah ngorok, ngelir lagi.

Lebih sial lagi. Dua ekor kambing yang ikut digondol maling, titipan orang pula. Ini namanya udah jatuh kebacok parang. Apesnya berlapis-lapis.

Biasanya, lapak dagangan Komat tidak pernah sepi. Apalagi di sebelah dibuka dagang batu cincin. Enggak ada matinya. Ramai terus.

Ending Suparno, bos batu cincin terkejut setengah gila. Dengar Komat kehilangan tujuh ekor kambing, Ending bukan garuk-garuk kepala. Eeeh malah gosok batu Bacan sambil meringis.

"Yang bener Bang Komat. Sumpah, ane baru tahu kasus ini," kata Ending kepada Komat.

Komat hanya mampu menganggukkan kepala. Mungkin, mau ngomong tidak sanggup. Abis seharian ngendus jejak-jejak pijakan kambing. Ya mirip anjing pelacak didikan kesatuan Brimob di Kelapa Dua, Cimanggis, Depok.

Sementara Pake cuek bebek. Masa bodoh mau hilang tujuh ekor kek, 10 ekor kek, bagi Pake emang gue pikirin.

Komat agak kesel juga ama Pake. Giliran jaga, pria berkulit hitam mirip anak binatang beruk ini malah molor sebelum Isya. Keras banget ngoroknya. Bagi yang mendengar, pasti kagak bisa tidur.

Tidak demikian dengan Komat. Juragan kambing yang tekor justeru ikut-ikutan tidur pulas. Kayak ada yang kagak beres. Juragan dan anak buahnya kena sirep.

Cerita sebelum kejadian kayak begitu. Cerita ini disampein ama Ending.

"Oh begitu kejadiannya!" seru Ending sambil menggosok batu Bacan.

Tahu-tahu nyelonong Maman Buluk. Saking penasaran, kandang kambing diperiksa. Mirip petugas polisi, Maman Buluk menyelidiki. Kali-kali ditemukan jejak sang maling.

Saking asyiknya sampe Maman Buluk tidak bisa bedain antara batu dan kotoran kambing.

"Pak Ending ni saya menemukan Black Opal. Asyik.....," kata Maman Buluk.

Karena saking gembira, Maman Buluk berjingkrak-jingkrak. Sambil pamer hasil temuannya, taoke umang-umang ini ditertawain Ending.

Maklum, Ending paham bener. Bahwa temuan Maman Buluk bukan batu jenis Black Opal, melainkan kotoran kambing.

Ending ambil sarung tangan ketika hendak menerima temuan Maman Buluk. Kecurigaan bahwa kotoran kambing sangat kuat. Karenanya, Ending enggak polosan.

"Man, ini kotoran kambing atuh," kata Ending kepada Maman sambil memegang senter.

Maman Buluk kekeh. Untuk buktiin bener penilaian Ending, Maman pecet benda berbentuk bulat itu. Otomatis jadi lembek, berbau lagi.

"Sial kena tipu gue," ujar Maman Buluk.

Tidak hanya Ending, Komat dan Pake pun terbahak-bahak. Menertawai Maman Buluk. Seolah Komat dan Pake sudah lupa tentang nasibnya. Telah kehilangan tujuh ekor kambing.

Rate this item
(0 votes)
Go to top