×

Warning

JUser: :_load: Unable to load user with ID: 431

Pemilu Legislatif 'Berkah' Bagi Masyarakat

detakdepok.com – MARGONDA, Pagelaran pesta demokrasi lima tahun sekali menjadi laga amal bagi para caleg (calon anggota legislatif) yang berkompetisi di pemilihan umum (pemilu), 9 April 2014 mendatang.

Pesta demokrasi agaknya menjadi ajang bergengsi para caleg untuk tampil dan saling berebut simpati masyarakat. Pasang wajah manis, menyuarakan aspirasi rakyat, dan membisikan janji – janji politik menjadi agenda resmi para calon wakil rakyat.

Hal tersebut menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat seperti di Depok. Sebanyak 12 partai politik bersaing memperebutkan kursi jabatan. Berbagai macam cara dilakukan untuk mempertahankan eksistensi para caleg.

Mulai dari membagikan sembako, helm sampai kartu asuransi kesehatan untuk masyarakat. Tidak sampai disitu, sebagian caleg pun rela untuk duduk sejajar dengan masyarakat, menggelar aksi giat bersih di lingkungan masyarakat.

Ada juga yang membagikan kupon belanja 50% khusus ibu rumah tangga. Setidaknya ini yang terlihat di Depok.

Fenomena laga amal ini tentunya mendapat tanggapan positif dari masyarakat yang menjadi objek kompetisi para caleg.

Seperti yang dituturkan Dimas Sanjaya (24) warga Jemblongan, Tanah Baru, Beji.

"Saya bukan simpatisan partai. Kalau ada kampanye dari partai apa aja, ya saya ikut. Aji mumpung mas," ujar Dimas kepada detaktangsel.com, Selasa (25/3).

Senada dengan Dimas. Minah, warga Mampang, Pancoran Mas mengatakan dirinya ikut serta dalam kampanye beberapa parpol.

"Mumpung si caleg lagi dekat sama masyarakat," kata Minah. "Kita kan enggak tahu gimana nanti kalau udah pada duduk di kursi jabatannya masing – masing."

Beberapa penuturan masyarakat semakin mempertegas jika pesta demokrasi hanya berlangsung sesaat. Hanya sampai mengantar para caleg mengisi kursi jabatan. Sebagian masyarakat berharap jika pesta demokrasi tidak berhenti sampai terpilihnya para caleg.

"Kalau ini pesta demokrasi, jangan saat kampanye saja. Seharusnya pesta yang sebenarnya dimulai setelah mereka menjabat. Masyarakat punya hak di lembar surat suara," tegas Rizki, mahasiswa tingkat akhir salah satu perguruan tinggi di Jakarta. (Ham)

Rate this item
(1 Vote)
Go to top