Sutradara Asal Tangerang, Rilis Film Zhara dan Asha

detak.co.id TANGERANG-Sineas asal Tangerang Aby Azy Tr merilis sebuah film berjudul Zhara dan Asha. Tahap produsi film yang bernuansa misteri & thriller ini, rencananya akan selesai digarap pada bulan Agustus 2017 ini.

Film ini, diproduksi oleh QK Picture, sebuah production house yang bertempat di Tangerang,Banten. Film yang berdurasi hampir 2 (Dua) Jam ini, ditulis sekaligus sutradarai oleh Aby Azy Tr, yang merupakan sutradara muda dari Tangerang dan berhasil meraih sejumlah penghargaan di beberapa festival film.

"Dengan dibantu beberapa tim produksi dari sineas muda Tangerang, Jambi, Jogja, Malang, Bandung dan Makasar, film Zhara dan Asha diharapkan akan mampu memberi warna tersendiri dalam projek film ini," kata Erik Darmawan, Eksekutif Producer, dalam siaran persnya, pada Rabu (15/8/2017).

Penulis sekaligus sutradara film "ZHARA DAN ASHA", Aby Azy Tr mangatakan, bahwa film ini, menceritakan sebuah perjalanan hidup yang jarang dialam orang. "Dibintangi oleh Intan Febiyanti sebagai Zahra, Sadira sebagai Asha, Mike Luckock sebagai Zurvan, dan di dukung oleh beberapa pemain handal lainnya. Film ini berkisah tentang Zhara dan Asha, kakak beradik yang cantik dan mandiri. Tuhan berkehendak dengan menjadikan mereka berbeda dari kebanyakan orang," ujarnya.

Dalam film tersebut, lanjut Aby, Zhara diberi kemampuan untuk melihat makhluk halus, sedangkan Asha diberi kemampuan untuk dapat mendengar suara makhluk halus. "Ditengah rasa tertekan dan putus asa oleh keadaan ibunya yang sakit jiwa karena di tinggal pergi oleh suaminya, secara tidak langsung zhara pun dituntut untuk menjadi kakak sekaligus orang tua untuk adiknya, ditambah dengan terror dari sosok hantu anak perempuan yang sering muncul dang mengganggu," katanya.

Ternyata dibalik itu, ujar Aby, Zhara dan Asha di tuntut untuk saling melengkapi guna memecahkan misteri terror yang mereka alami. "Zhara mulai menyadari bahwa tuhan mempunyai alasan dalam segala kehendaknya. Di perkuat oleh kenyataan yang disampaikan oleh ibunya yang gila, telah membuka asal usul sebuah kutukan yang turun temurun. Di bantu oleh zurvan yang tidak mempercayai adanya hantu, yang ternyata diam-diam menyimpan rasa kepada zhara. Dari sini pertualangan misteri, heroisme, komedi dan drama romantik didalamnya di mulai. Dengan permasalahannya yang menarik dan unik untuk mereka pecahkan," terangnya.

Producer film, Sigit R.f.a mengungkapkan, dengan pesan moral yang ada di dalam film ini, menyampaikan harapan setiap penonton dapat mengambil hikmah tentang kehidupan dan rasa keikhlasan atas kehendak tuhan. "Dikemas dengan warna dan konsep film yang berbeda dari film genre misteri kebanyakan, seluruh kru dalam film ini yakin kalau sebuah film yang jujur dan dianggap dengan totalitas akan memunculkan apresiasi yang positif dari para penontonnya," jelasnya. (rls/red)

Rate this item
(0 votes)
Go to top