Aktifis Lingkungan Pertanyakan Amdal Taman Kehati

detak.co.id Banjar - Ketua Umum Paguyuban Bale Rahayat Asep Nurdin mempertanyakan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) pembangunan Taman Kehati.

Ia beralasan berubahnya fungsi kawasan menjadi Taman Kehati tidak lepas dari masalah lingkungan hidup. Apalagi kalau pengerjaan proyek pembuatan taman kehati dikerjakan tidak dengan sungguh-sungguh tanpa mengindahkan peraturan yang ada.

"Pembangunan Taman Kehati dikhawatirkan berubahnya daya dukung lingkungan akibat berubahnya fungsi kawasan itu sendiri. Dan dengan banyaknya pohon yang ditebangi demi pembuatan taman kehati juga akan menimbulkan ketakutan terjadinya longsoran tanah dan material lain ke komplek sekitar perumahan warga," katanya.

Padahal, sambung Asep fungsi pohon salah satunya untuk menguatkan tanah. Dikhawatirkan longsoran tanah dan media lain ke perumahan warga di saat turun hujan itu semakin menguatkan kecurigaan kami bahwa taman kehati dibangun tanpa didasari kajian lingkungan yang komprehensif dan tidak mendengar keluhan warga.

"Jangan asal dibangun aja. Apalagi sumber anggaran yang digunakan dari APBD Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat," ujarnya.

Paguyuban Bale Rahayat juga meragukan kalau pembangunan taman kehati memiliki IPAL dan AMDAL. "Kami juga ragu kalau pembangunan Taman Kehati sesuai Masterplane kota Banjar," ucapnya.

Untuk itu ia meminta pihak pemerintah Daerah dan DPRD bisa membuktikan bahwa pembangunan taman kehati sudah sesuai dengan Masterplane kota, dan melakukan pengawasan bersama dalam proses pembangunan taman kehati

"Kami berharap BPBD, DKLH, Pemerintah kota, dan pihak Kelurahan tidak hanya berkumpul melihat longsoran dan banjir lumpur ke komplek perumahan warga tetapi harus mampu menganalisis ijin pembangunan dan bila perlu menghentikan pekerjaan, kalau nantinya terindikasi akan dapat membahayakan keselamatan warga," tandasnya.

Rate this item
(1 Vote)
Go to top