Peduli Penderita Kanker, RS Siloam Simatupang dan Alumni Pangudi Luhur Kumpulkan Rambut

detak.co.id Jakarta - Kepedulian akan penyembuhan kanker tidak saja menjadi tugas Siloam Hospitals TB Simatupang di Jakarta. Siloam TB Simatupang turut peduli akan sumbangsih sosial guna mendukung mental pasien kanker melalui aksi 'hair to share' atau berbagi rambut bagi pasien paska menjalani kemoterapi.

Aksi berbagi rambut merupakan kerjasama Siloam Cancer Support Community (SCSC) bersama Panitia dan Alumni SMP Pangudi Luhur (PL) di Jakarta Selatan.

Wakil ketua panitia Wisuda SMP PL, Fransiska Kuntodarsono mengatakan dalam aksi hair to share tersebut, lebih dari 300 peserta yang hadir bersedia memberikan sebagian panjang rambutnya guna dijadikan wig dan akan dikenakan bagi beberapa pasien paska kemoterapi kanker.

"Dari acara ini, kami bersama Siloam Cancer Support Community berhasil mengumpulkan 15 ikat rambut. Dan rambut yang terkumpul ini telah memenuhi syarat agar dapat dijadikan wig, yaitu rambut harus sehat dan tidak kusam, tidak diberi zat warna dan panjang minimal 25 cm," ucap Fransiska.

Pada kesempatan tersebut, wakil ketua Siloam Cancer Support Community (SCSC), Chitra Dewi Arumi sebagai perwakilan cancer survivor, menerima potongan rambut siswi SMP pangudi Luhur Jakarta dan turut disaksikan Prof Dr. dr. Aru W. Sudoyo, SPPD, KHOM sebagai ketua Yayasan kanker Indonesia (YKI).

"Ini sangat membahagiakan kami. Adanya dukungan aksi hair to share tentu akan meningkatkan semangat bagi para pasien. Dan kami ikut menghimbau agar para wanita melakukan deteksi dini kanker payudara, dengan program SADARI dan USG payudara agar jika terdiagnosa lebih dini, lebih bisa disembuhkan," sebut Citra
menginginkan.

Satu hal menarik dari acara tersebut adalah sumbangsih rambut yang turut diberikan ahli penyakit dalam Siloam TB Simatupang, Dr. Eva Carolina Sitompul, SpPD. "Ini salah satu bentuk dukungan saya bagi para pasien kanker kanker paska kemoterapi yang mengalami kebotakan. Semoga aksi ini tetap membuat mereka semangat dan mencapai proses penyembuhan," pungkas Eva.

Diketahui pada acara tersebut, Dr. Eva memiliki ayah dan mertua yang saat ini sedang menjalani kemoterapi, keduanya didiagnosa mengidap kanker paru.

Rate this item
(0 votes)
Go to top