Pelantikan Anggota DPRD Lebak Dikepung Pengunjuk Rasa

Pelantikan Anggota DPRD Lebak Dikepung Pengunjuk Rasa

detakserang.com- Lebak, Pelantikan anggota DPRD Kabupaten Lebak periode 2014-2019 diwarnai aksi demo. Aksi demo yang dilakukan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Lebak (AMPELA) dihadang aparat kepolisian. Kericuhan pun terjadi.

Sedikitnya dua orang mahasiswa yang berusaha masuk jatuh pinsan. Diduga mereka terkena pukulan aparat kepolisian.

"Kita ketahui bahwa demokrasi di negeri ini sangat mahal. Untuk menyelenggarakan Pemilihan Umum Legislatif 2014, pemerintah telah mengeluarkan anggaran sebesar Rp27 triliun. Jangan sampai anggaran yang begitu besar tidak sebanding dengan apa yang dihasilkan," kata Jek Juli, koordinator aksi dalam orasinya, kemarin.

Menurut Jek, catatan DPRD Kabupaten Lebak sebelumnya masih meninggalkan pekerjaan rumah (PR) yang banyak. Di antaranya, sektor pendidikan, ekonomi, kesehatan, pertanian, perkebunan, pembangunan dan lainnya. Bukan hanya itu, mereka juga mempertanyakan berapa Perda yang dihasilkan anggota DPRD Lebak periode 2009-2014 dan berapa Perda yang berasal dari inisiatif dewan.

"Sampai hari ini, Kabupaten Lebak masih dalam kategori tertinggal. Sudah sewajarnya kami turun ke jalan untuk mengingatkan para legislator yang baru untuk lebih serius dan produktif dalam menjalankan kinerjanya selaku wakil rakyat," tuturnya.

Jek menegaskan, mereka akan terus mengawasi kinerja anggota DPRD yang baru hingga lima tahun ke depan. Mereka pun mendesak anggota DPRD baru berpihak kepada rakyat dan tidak menghambur-hamburkan uang rakyat untuk memperkaya diri sendiri ataupun kelompoknya.

"Tuntutan kami adalah adanya transparansi anggaran. Penggunaan APBD ke depan harus tepat sasaran dan berpihak kepada masyarakat. Perda yang dikeluarkan harus berkualitas dan relevan, peran dan fungsi pengawasan harus dijalankan sesuai tufoksinya masing-masing. Sehingga Lebak bisa lebih maju dan berdaya saing ke depan," tegasnya.

Read 2184 times

mancing 1