Mantan Kepala BPJN IX Maluku Dipenjara Enam Tahun

detak.co.id Jakarta - Putusan terhadap Amran HI Mustary telah berkekuatan hukum tetap (inkracht). KPK pun mengeksekusi mantan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara itu ke Lapas Klas I Sukamiskin, Bandung.

 "Jaksa eksekutor KPK melakukan eksekusi terhadap Amran HI Mustary," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya seperti dilansir detik.com pada Rabu, (10/5/2017).

 Amran divonis hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp800 juta subsider 4 bulan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta. Baik jaksa maupun Amran menerima putusan itu sehingga berkekuatan hukum tetap.

Majelis hakim menilai Amran terbukti menerima hadiah atau janji dari Abdul Khoir dan kawan-kawan. Pemberian itu diberikan agar Amran dapat mengusulkan program pembangunan infrastruktur pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa yaitu 9 tahun penjara dan denda 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Rate this item
(0 votes)
Go to top