REI Dorong Terbentuknya Model Kota Masa Depan

Pembukaan Indonesia Future City (IFC) dan REI Mega Expo 2017 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten. Pembukaan Indonesia Future City (IFC) dan REI Mega Expo 2017 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten. Rizki

detak.co.id TANGERANG -Real Estate Indonesia (REI) bakal mendorong kota/kabupaten yang ada di Indonesia untuk membentuk model kota masa depan.

Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata mengungkapkan, kegiatan Rakernas REI yang dielaborasi dengan Indonesia Future City diharapkan mampu melahirkan satu rule model dalam pengembangan kota pintar (smart city) di masa depan.

Sebab, salah satu tolak ukur keberhasilan pembangunan di Indonesia adalah hadirnya kota masa depan yang maju dan berdaya saing. Hal ini juga selaras dengan apa yang dicanangkan Pemerintah mengenai pembangunan kota masa depan (future city).

"Melalui kegiatan saya berharap semua pihak dapat memberikan masukan untuk tumbuhnya sentra-sentra pertumbuhan baru guna menciptakan pemerataan pembangunan di berbagai daerah di Indonesia," katanya saat pembukaan Indonesia Future City (IFC) dan REI Mega Expo 2017 di Indonesia Convention and Exhibition BSD, Kabupaten Tangerang, Banten pada Kamis, (14/9/2017).

Menurutnya, pemerintah pusat berencana membangun kota-kota baru di luar Jawa, di antaranya ada 10 kota baru, kawasan ekonomi khusus (KEK), 14 kawasan industri dan destinasi pariwisata prioritas. "REI menyatakan kesiapannya untuk membantu pemerintah membangun kota baru dan menciptakan sistem kota masa depan yang efisien dan livable," ucapnya.

Selain itu, sambung Eman melalui rakernas dan IFC diharapkan lebih meningkatkan peran sektor swasta properti dalam mempercepat dan mensukseskan Program Sejuta Rumah (PSR) untuk rakyat yang merupakan program strategis pemerintah. Event ini dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan industri properti sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional yang menciptakan banyak lapangan kerja.

"Sektor swasta harus berperan lebih luas dalam membangun sentra-sentra pertumbuhan ekonomi di luar Jawa, seperti pembangunan kota baru, kawasan wisata, kawasan industri, dalam rangka redistribusi (penyebaran dan pemerataan) pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia," tandasnya.

Rate this item
(0 votes)
Go to top