Mahasiswa Bandung Gelar Diskusi Publik Kesehatan Reproduksi

Detak.co.id  Sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Rajawali dan Budi Luhur yang tergabung dalam Pemuda Peduli Kesehatan (PPK) Bandung Raya bersama Mitra 9 menggelar diskusi publik kesehatan reproduksi di Aula Auditorium Poltekes Bandung, Sabtu (17/2).

Diketahui dalam kegiatan tersebut hadir anggota DPD 1 Jawa Barat Dra. Ir. Hj. Eni Sumarni M.Kes, Direktorat Jenderal Belmawa Ristekdikti Ir. Intan Ahmad, Kepala Seksi Kualitas Kesehatan Reproduksi Direktorat Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI dr. Wisnu Trianggono, M.PH, Sekretaris Jenderal Mitra 9 Elis Komariah.

Dra. Ir. Hj. Eni Sumarni, M.Kes memaparkan pentingnya peran pemuda menjaga kesehatan alat reproduksi. Menurutnya, usia remaja perlu mengetahui kesehatan reproduksi agar memiliki informasi yang benar mengenai proses reproduksi serta berbagai faktor yang ada di sekitarnya.

"Penting sekali pengetahuan soal reproduksi khususnya usia remaja untuk menghindari penyakit yang tak diinginkan. Bukan hanya terhadap perempuan tetapi juga terhadap laki-laki dan lebih khusus lagi di kalangan remaja," paparnya saat menjadi narasumber dalam kegiatan itu.

Dia juga mengatakan, kesehatan reproduksi di kalangan usia remaja masih banyak disepelekan. Maka dengan adanya kegiatan diskusi publik ini dapat memberi pengetahuan kepada mereka.

"Melalui kegiatan diskusi publik ini kedepannya saya berharap pemuda Indonesia khususnya Jawa Barat saat ini dapat berperan serta dalam menjaga serta memberikan edukasi akan pentingnya kesehatan reproduksi," ungkapnya.

Selain itu, ia juga memaparkan dasar hukum mengenai penanggulangan bencana reproduksi yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Barat No 2 tahun 2010 tentang Penanggulangan Bencana Kesehatan Reproduksi.

Sementara, Kasi Kualitas Kesehatan Reproduksi Direktorat Kesehatan Keluarga Kemenkes RI dr. Wisnu Trianggono, M.PH mendukung pendidikan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi sudah seyogyanya dilakukan oleh berbagai pihak, tak terkecuali keluarga.

"Disini peran keluarga membantu memberikan penjelasan yang lurus terkait anaknya yang mulai beranjak dewasa. Untuk itu perlu adanya kedekatan yang intens antara orang tua dan anak ketika anak tersebut sudah mulai beranjak remaja dalam hal ini pubertas," imbunya.

Disatu sisi, Ketua PPK Jawa Barat Enjang Ridwan berharap, kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif kepada peserta yang hadir dan disampaikan kepada masyarakat lainnya untuk langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami berharap kegiatan ini dapat menciptakan kolaborasi antara pemuda dalam hal ini kerjasama yang telah kami lakukan dengan Mitra 9 dan pihak sponsor lainnya serta kegiatan ini tetap berkelanjutan," tandasnya.

Adapun peserta yang hadir dari berbagai Akademik Keperawatan RS Dustira, klinik Widya Bhakti Inti, RSUD Al Ikhsan, RS Hasan Sadikin, Urkes Polres Cimahi, Klinik Madina, RSUD Cikalong Wetan, RSUD Padalarang, RSUD Madani, Uniba, Stikes Imanuel, Stikes Rajawali Bandung, Stikes Ahmad yani, Stikes Budi Luhur, Stikes Boromeus, Akbid Bandung, dan Puskesmas Cilawu. (wal)

Rate this item
(0 votes)
Go to top