Pentingnya Kesesuaian Dosis Obat Pengencer Darah

Detak.co.id DEPOK - Obat pengencer darah merupakan obat yang umumnya diberikan kepada pasien serangan jantung atau stroke untuk mencegah terjadinya pembekuan darah mendadak.

Obat-obat pengencer darah ini mengandung zat aktif Aspirin, Clopidogrel atau Ticlopidin yang umum digunakan dalam jangka waktu yang panjang, bahkan hingga seumur hidup.

Dengan penggunaan obat pada periode tersebut, maka sangat penting dilakukan pemeriksaan fungsi platelet guna mengetahui efek terapi dari obat pengencer darah yang telah dikonsumsi pasien.

Jika efek terapinya tidak cukup, maka terapi yang sudah dijalankan menjadi sia-sia, demikian juga jika efek terapinya terlalu kuat dapat mengakibatkan perdarahan yang serius.

Pentingnya kesesuaian dosis obat pengencer darah, menjadi topik seminar kesehatan di RS Jantung Diagram Siloam Cinere. Pada seminar tersebut dihadiri Dr. Jeffrey Wirianta, SpJP dan Dr. Yudi Fadilla, SpJP.

RS Jantung Diagram Siloam Cinere sebagai Rumah Sakit khusus jantung, sangat peduli terkait pengobatan yang dijalani oleh pasien. Salah satu faktor yang sangat penting untuk diperhatikan adalah terapi obat dan kesesuaian dosis.

Oleh karenanya, RS Jantung Diagram Siloam Cinere memiliki layanan Platelet Function Test yang merupakan pemeriksaan cepat, sederhana dan akurat untuk mengukur respons individu terhadap obat pengencer darah, yang mengandung Aspirin dan P2Y12 (Clopidogrel / Ticlopidin / Ticagrelor / Prasugrel).

Platelet Fuction Test sangat penting dilakukan. Hal ini untuk mengetahui tingkat resistensi yang berdampak pada kematian otot jantung.

Angka kejadian resistensi yang tinggi terhadap obat Clopidogrel dan Aspirin.
1 dari 3 pasien tidak mendapat efek terapi yang memadai dari konsumsi obat yang telah diminum secara rutin dan teratur.

Pasien yang resisten terhadap obat Clopidogrel memiliki risiko kejadian kematian otot jantung (Myocard Infarction), stent thrombosis dan kematian 5 kali lebih tinggi dibanding pasien yang respon baik terhadap obat Clopidogrel.

Pasien yang resisten terhadap obat Aspirin memiliki risiko kematian jantung, serangan jantung dan stroke 3 kali lebih tinggi dibanding pasien yang respon baik terhadap obat Aspirin.

Sementara untuk Platelet Function Test dilakukan pada pasien usia diatas 50 tahun, penderita hipertensi, penderita Diabetes Melitus, Stroke/TIA, PCI Coronary Stent dan pasien pra operasi yang rutin menggunakan Aspirin, Clopidogreel, Prasugrel.

Pemeriksaan fungsi platelet ini sebaiknya dilakukan minimal 1 tahun sekali untuk memastikan hasil terapi yang optimal.

Rate this item
(0 votes)
Go to top