Sengketa Tanah Tak Kunjung Usai

detak.co.id Kasus sengketa tanah antara Abdul Halim dengan PT Summarecon Agung Tbk tak kunjung usai. Summarecon diduga menyerobot tanah oleh massa yang menamai diri Aksi Bela Rakyat Indonesia (ABRI). Massa tersebut menggelar unjuk rasa di depan Plaza Summarecon Perintis Kemerdekaan, Kamis (21/2) siang.

Sejumlah polisi dan TNI juga terlihat berjaga di depan gedung Plaza Summarecon. Beberapa polisi berpakaian preman juga terlihat mengawasi. Sedangkan pegawai Summarecon, melihat aksi tersebut dari dalam gedung dengan penjagaan ketat. Pintu masuk dan keluar juga ditutup.

Dalam orasinya, Kordinator Lapangan Kasim S Belasa menuntut pihak Summarecon untuk membayar gaji rugi kepada ahli waris Makawi bin Abdul Halim. Ia juga meminta kepada Gubernur DKI Jakarta untuk segera memanggil pimpinan Summarecon untuk segela menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Apabila tuntutan kami Aliansi Bela Rakyat Indonesia tidak diindahkan sama sekali, maka kami akan menggalang kekuatan rakyat yang lebih besar untuk menduduki lahan kami yang dirampas oleh Summarecon,” kata Kasim di Jalan Perintis Kemerdekaan, Pulo Gadung, Kamis (21/2).

Terpisah, Head of Corporate Communications
PT Summarecon Agung Tbk Cut Meutia menjelaskan, pada 1981 tanah tersebut sudah diperjual-belikan antara orang tua ahli waris dengan para pembeli.

“Selanjutnya pada tahun 1982, para pembeli tersebut telah menjual tanah tersebut kepada PT Summarecon Agung Tbk. (Summarecon), sehingga sejak saat itu Summarecon menjadi satu-satunya pemilik yang sah atas tanah tersebut, berdasarkan data yuridis dan data fisik yang tercatat di Badan Pertanahan Nasional Jakarta Utara,” kata Meutia lewat keterangan resminya.

Berbagai upaya hukum telah ditempuh Makawi sejak lama, namun seluruhnya telah ditolak oleh pihak pengadilan dan dihentikan penyidikannya oleh pihak kepolisian, karena yang bersangkutan tidak memiliki hak dan bukti kepemilikan yang sah.

Rate this item
(0 votes)
Go to top