Info Sehat dari Profesor Zhou Qi

detak.co.id BEIJING - Profesor dari Universitas Beijing, yang merupakan kandidat penerima Penghargaan Nobel Bidang kedokteran, akhirnya memperoleh Penghargaan Nobel berkat penemuan mekanisme autofagi - pengobatan dan peremajaan tubuh pada tingkatan sel.

Tahun yang lalu, Profesor Zhou Qi berkunjung ke Indonesia untuk mempelajari pengalaman sejumlah rekan Indonesianya. Apa yang beliau saksikan di Indonesia, menurut hemat beliau, sama sekali tak bisa dijelaskan. Di negara kami, menurut pengakuan Profesor Zhou Qi, tak ada obat semacam ini...

Setelah pidato besar di Tiongkok, Dokter Profesor Zhou Qi setuju untuk melakukan sesi wawancara dengan salah satu media massa asal Indonesia. Hal apa yang terutama tak disukai oleh dokter ini dari reumatologi Indonesia? Dan mengapa beliau mengklaim bahwa INDONESIA MUSTAHIL MAMPU MELENYAPKAN PENYAKIT PERSENDIAN pada prinsipnya ?

Ketika berpidato di hadapan sejumlah wartawan di Cina, Anda berkata bahwa apa yang Anda saksikan di Indonesia membuat Anda begitu terkejut. Bisakah Anda menceritakannya?

Profesor Zhou Qi: Pertama-tama, saya ingin katakan bahwa saya berhubungan baik dengan Indonesia, mengenal budaya mereka, dan orang-orangnya. Tetapi, dalam satu titik, Anda menemukan obat, yang benar-benar membuat terkejut para dokter kami. Dunia pengobatan Anda tertinggal setidaknya 20 atau bahkan 30 tahun dari kami. Terutama, di bidang reumatologi.

Lihat saja, obat utama jenis apa yang digunakan untuk mengobati nyeri persendian akibat usia di Indonesia? Selain metode tradisional, hanya ada Neo Rheumacyl, Counterpain, dan obat-obatan sejenis.

Namun begitu, setiap dokter asal Tiongkok paham bahwa gel semacam ini sama sekali TIDAK DAPAT MENYEMBUHKAN PENYAKIT PERSENDIAN! Mereka tak mampu melakukannya! Semua yang dapat dilakukan oleh obat ini hanyalah menghilangkan rasa sakit untuk sementara. Jadi, rasa nyeri dan bengkak hilang, orang-orang senang karena merasa telah sembuh. Tetapi, pada dasarnya tak ada perubahan besar yang terjadi dalam persendian. Persendian tetap rusak seperti sebelumnya. Oleh karena itulah, setelah beberapa waktu, rasa nyeri akan kembali. Lalu, apa yang dilakukan oleh para dokter di Indonesia? Mereka bilang bahwa penyembuhan penuh atas penyakit kronis ini mustahil terjadi.

Di Tiongkok saat ini tak ada istilah ARTHROSIS KRONIS atau RADANG SENDI AKUT. Mengapa? Iya, ini karena arthrosis dan radang sendi, begitu juga dengan penyakit persendian lainnya berhasil disembuhkan dengan terapi.

Mengapa dokter-dokter di Indonesia berbuat seperti ini? Menurut saya, semua ini berpangkal pada sistem kedokteran di Indonesia sendiri. Karena tak ada seorang pun, entah itu dokter, entah itu jaringan apotek yang tertarik untuk menyembuhkan seseorang sepenuhnya. Sebaliknya, mereka diuntungkan karena orang sakit akan kembali dan terus kembali kepada mereka. Semuanya masa bodoh!

Dokter-dokter dan toko obat Anda memeras para pensiunan, dan ini dianggap sebagai sesuatu yang wajar.

Bagaimana halnya dengan terapi penyakit persendian yang ada di Tiongkok?

Profesor Zhou Qi: Sebagian besar penyakit persendian berhasil disembuhkan dengan bantuan terapi. Para ilmuwan Tiongkok sudah lama memahami bahwa yang perlu dihilangkan di sini bukanlah akibat patologi itu sendiri (rasa sakit, keterbatasan gerak, pembengkakan, dan lain sebagainya), melainkan penyebab di baliknya. Dalam kata lain, melenyapkan apa yang melatarbelakangi kerusakan persendian tersebut. Mereka rusak akibat sirkulasi darah yang memburuk, yang mana terjadi pada SEMUA ORANG berusia lanjut.

Saya akan menjelaskannya dengan cara yang lebih sederhana. Pasokan darah persendian dimulai dari batang arteri besar, yang terletak tepat di sebelahnya. Aliran darah, yang bergerak melalui cabang vaskuler akan memenuhi jaringan periartikular. Cabang-cabang vaskuler ini merupakan pembuluh darah kapiler. Seiring pertambahan usia, mereka akan tersumbat oleh kolesterol dan darah akan berhenti mengalir melaluinya. Sebagai akibatnya, nutrisi tidak dapat masuk dengan baik ke persendian karena ada begitu banyak zat tak perlu yang masuk ke dalamnya.

Bagaimana halnya dengan terapi penyakit persendian yang ada di Tiongkok?

Profesor Zhou Qi: Sebagian besar penyakit persendian berhasil disembuhkan dengan bantuan terapi. Para ilmuwan Tiongkok sudah lama memahami bahwa yang perlu dihilangkan di sini bukanlah akibat patologi itu sendiri (rasa sakit, keterbatasan gerak, pembengkakan, dan lain sebagainya), melainkan penyebab di baliknya. Dalam kata lain, melenyapkan apa yang melatarbelakangi kerusakan persendian tersebut. Mereka rusak akibat sirkulasi darah yang memburuk, yang mana terjadi pada SEMUA ORANG berusia lanjut.

Saya akan menjelaskannya dengan cara yang lebih sederhana. Pasokan darah persendian dimulai dari batang arteri besar, yang terletak tepat di sebelahnya. Aliran darah, yang bergerak melalui cabang vaskuler akan memenuhi jaringan periartikular. Cabang-cabang vaskuler ini merupakan pembuluh darah kapiler. Seiring pertambahan usia, mereka akan tersumbat oleh kolesterol dan darah akan berhenti mengalir melaluinya. Sebagai akibatnya, nutrisi tidak dapat masuk dengan baik ke persendian karena ada begitu banyak zat tak perlu yang masuk ke dalamnya.

Rate this item
(0 votes)
Go to top