Antisipasi Kabut Asap, Bupati Kapuas Hulu Liburkan Kegiatan Belajar Mengajar

Kabu asap terlihat pagi ini di kota Putussibau, Kamis (19/9/2019), foto By Agung/dtk Kabu asap terlihat pagi ini di kota Putussibau, Kamis (19/9/2019), foto By Agung/dtk

Detak.co.id PUTUSSIBAU - Menanggapi kekhawatiran masyarakat Kapuas Hulu akan dampak dari kabut asap yang sudah 3 hari menyelimuti udara Kota Putussibau, Bupati Kapuas Hulu M Nasir mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan sekolah-sekolah di seluruh wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.



Surat edaran tertanggal 18 September 2019 dengan nomor:421/2113/Setda/KS-A, Bupati M Nasir menyatakan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kabupaten Kapuas Hulu dalam katagori Tidak Sehat yang dapat mengganggu kesehatan. Menanggapi hal tersebut terhitung hari Kamis (19/9/2019) sampai Sabtu (21/9/2019), Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kabupaten Kapuas Hulu Diliburkan.

Dari pantauan pagi ini (Kamis_red), kabut asap mulai berkurang namun sekolah-sekolah terlihat libur sesuai dengan instruksi Bupati Kapuas Hulu.

"Hari ini sekolah anak saya libur, dan sekolah lainnya juga terlihat libur pak," ujar Agung warga kota Putussibau pagi ini kepada detak.co.id.

Menurut Agung, pagi ini kabut asap mulai berkurang dari pada 3 hari lalu dan jarak pandang masih terpantau pada jarak 100 meter.

"Alhamdullilah sampai saat ini, belum saya dengar ada warga yang sakit akibat kabut asap ini," katanya.

Berdasarkan pengolahan data Lapan pertanggal 18 September 2019, sebaran hotspot atau titik api di Kalimantan Barat dari 14 kabupaten ada 5 kabupaten yang terpantau titik api. Titik api terbanyak berada di Kabupaten Ketapang 93 hotspot, Sintang 31 titik, Kayong Utara 14 titik, Melawi 4 titik dan Kapuas Hulu 3 hotspot.

Rate this item
(1 Vote)
Go to top