Soal Karhutla di Jambi, Ini Penjelasan Pihak PT DSSP

Detak.co.id, Jambi - Menanggapi Berita di media yang mana Klien Kami PT DEWA SAWIT SARI PERSADA (DSSP) sudah menjadi tersangka Karhutla terkait ijin yang dimiliki, perlu kami luruskan informasi yang beredar di media, bahwa berdasarkan data yang diberikan klien kami PT DSSP memiliki ijin antara lain Ijin Prinsip Penanaman Modal No: 11/15/IP/PMDN/2015, Nomor Perusahaan : 13089.2015 yang keluarkan Tanggal 3 Nopember 2015 dan jangka waktu diberikan selama 5 (Lima) Tahun, artinya masih berlaku sampai dengan 2 Nopember 2020.

Ijin Usaha Perkebunan yang dikeluarkan oleh lembaga OSS yang keluarkan pada tanggal 18 Nopember 2018, dengan Nomor Induk Perusahaan : 8120010180277 Tanggal 7 Nopember 2018, Ijin lingkungan yang keluarkan oleh Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Timur No : 218 Tahun 2017.

Dan, berdasarkan informasi dari lapangan dapat kami jelaskan, bahwa kronologisnya awalnya kebakaran hutan terjadi pada tanggal 22 Agustus 2019 di area Catur Rahayu, yang berdekatan dengan perkebunan kami, sekitar 1 Km.

IMG 20191003 WA0001

Atas kejadian kebakaran hutan tersebut, kami seluruh karyawan secara serentak berusaha memadamkan api.

Pada tanggal 23 Agustus 2019 Manager Kebun PT DSSP diwakili Pak Adi, dari PT ATGA diwakili Pak eko, Kapolsek, Danramil setempat saling berkoordinasi terkait masalah kebakaran di daerah Catur Rahayu dan meminta alat Klien kami untuk membantu menanggulangi kebakaran di Catur Rahayu, pada tanggal 3 September 2019 di mana api sempat masuk ke area PT DSSP, namun berhasil dipadamkan dan klien kami dibantu TNI, POLRI, BUNAK, BNPB, PT MAJI yang mana di tempat klien kami sebagai titik kumpul dan pada akhirnya team ditarik pada tanggal 6 September 2019 dengan alasan yang kurang jelas

IMG 20191003 WA0002

Tanggal 6 sampai tanggal 8 September, Klien kami juga terus berusaha memadamkan api, namun pada tanggal 8 September 2019 sekira pukul 09.00 WIB berhembus angin kencang dan api di hutan lindung menyala lagi dan lompat ke area PT DSSP.

PT DSSP sekuat tenaga memadamkan api dan akhirnya api padam pada tanggal 10 September 2019. Pada tanggal 16 September 2019 Manager Kebun ditelpon oleh penyidik dari Polres Tanjung Jabung Timur menanyakan terkait legalitas perusahaan, struktur, peralatan kebakaran, dan menanyakan sumber api.

Kemudian, pada tanggal 24 September 2019 kami didatangi pihak Kepolisian dan Dinas Perkebunan yang juga mempertanyakan legalitas perusahaan. Tentunya, Manager Perkebunan pun memberikan data yang ada, karena data lengkapnya ada di kantor pusat di Kota Palembang, Sumatera Selatan dan besoknya pada tanggal 25 September 2019 klien kami dapat informasi dari media bahwa klien kami menjadi tersangka.

Demikian yang dapat kami informasikan. Terimakasih,

SUPRIONO,SH
INS ATTORNEY AT LAW
Kuasa Hukum PT DSSP

Rate this item
(3 votes)
Go to top