Permohonan PKPU atas Benny Tjokro Dikabulkan PN Jakpus

detak.co.id JAKARTA - Gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) atas Benny Tjokro dikabulkan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Dalam amar putusan sela yang dipublikasikan di laman resmi PN Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020), majelis hakim menyatakan Benny Tjokro dalam keadaan PKPU paling lama 44 hari sejak putusan tersebut disampaikan, yakni pada Kamis (6/2).

"Menyatakan Termohon PKPU I Okky Irwina Savitri dan Termohon PKPU II Benny Tjokrosaputro dalam keadaan PKPU, untuk paling lama 44 hari terhitung sejak putusan ini diucapkan," demikian isi putusan sela tersebut.

Karenanya, 44 hari yang ditetapkan akan berakhir pada 20 Maret 2020. Kedua termohon, Okky dan Benny Tjokro, harus menyiapkan dan menyerahkan proposal perdamaian kepada kreditur dalam waktu 44 hari untuk para tergugat ajukan proposal perdamaian. Jika proposal perdamaian ditolak, maka tergugat dinyatakan pailit.

Gugatan PKPU dilayangkan Arief Effendi melalui kuasa hukumnya ANDI AGUS ISMAWAN, S.H, M.H, AWAN SETIAWAN, S.H, ALFI NOORMANSYAH, SH, ANDYANTO PRASETYAWAN, SH, SUPRIONO, SH, dan DAIMLER DIMASJAYA, SH, para advokat dan konsultan hukum pada INS Attorneys At Law di Jakarta selatan.

Menurut Awan Setiawan, SH, salahsatu kuasa hukum Arief Effendi, gugatan PKPU itu ditujukan kepada Okky Irwiana Savitri dan Benny Tjokrosaputro dengan Nomor perkara 11/Pdt.sus-PKPU/2020/PN Niaga.Jkt.Pst. Menerima dan mengabulkan Permohonan Pernyataan PKPU sementara yang diajukan oleh Pemohon PKPU untuk seluruhnya.

2. Termohon PKPU I : OKKY IRWINA SAVITRI.

3. Termohon PKPU II : BENNY TJOKROSAPUTRO.

4. Menunjuk Hakim Pengawas untuk mengawasi proses PKPU TERMOHON PKPU I dan TERMOHON PKPU II;

5. Menunjuk dan mengangkat Novio Manurung SH dan Eko Perdana Putra SH, Kurator dan Pengurus selaku PENGURUS dalam hal Termohon PKPU I dan Termohon PKPU II dinyatakan PKPU sementara.

Keputusan ini dibacakan pada hari Kamis,tanggal 6 Februari 2020.

Rate this item
(1 Vote)
Go to top