Tangsel Marak Warem Esek-esek

ilustrasi ilustrasi

detaktangsel.com- TANGSEL- Masih maraknya tempat prositusi berkedok warung remang-remang dengan dalih tempat minum dan karaoke, ternyata bukan masalah yang krusial bagi Pemerintahan Airin Rachmi Diany, padahal Tangsel adalah Kota dengan motto Cerdas, Modern dan Regelius.

Pasalnya, aktivitas warem di Tangsel makin merajalela dengan aman dan tenang. Warem seakan-akan bebas menyajikan minuman keras dan wanita penghibur, bisa menemani karaoke hingga plus-plus.

Intan 16 Tahun (bukan nama asli) salah satu gadis warem yang ditemui wartawan DT saat melakukan observasi, Jum'at malam  (7/1), mengatakan dirinya berasal dari kota "S" sudah hampir 5 bulan bekerja di warem kelapa dua babakan, Kecamatan Setu, Tangsel.
"Saya diajak teman mas, abis di kampung ga ada kerjaan, lumyan juga deh hasilnya disini," ujarnya.
Intan yang lulusan SLTP tidak bisa melanjutkan sekolah karena faktor biaya, dan orangtuanya hanya petani penggarap.

"Semalaman bisa dapat 100-200 ribu mas, tip nemani nyanyi dan minum." paparnya.

Saat ditanyain tamu yang minta service lebih selain menemani minum, Intan dengan malu-malu menjawab
"Bisa diatur, dan bisa dilakukan di warem atau keluar tergantung kemauan tamu. Disini juga bisa mas, kalau mau nyaman sih di hotel, hehehe...," ungkapnya sambil tertawa kecil.

Lokasi warem di Kelapa Dua Babakan ini sudah lama keberadaanya, dari pantauan DT ada sekitar 50 warem yang menggunakan rumah warga sampai dengan bangunan semipermanen.
Keberadaan sekolah Islam Al-Azhar dilingkungan tersebut tidak mengurangi aktivitas warem, bahkan Pemkot Tangsel tidak sanggup menutup warem dilokasi tersebut.
Andi, Ketua LSM Perkota Nusantara, menyayangkan kurang tegasnya Pemkot Tangsel menutup tempat prositusi berkedok warem.

"Satpol PP Tangsel tidak berdaya menertibkan warem yang bertaburan di Kota Tangsel, beraninya cuman terhadap PKL aja, jelasnya.

Andi mensinyalir adanya oknum-oknum birokrasi dikalangan Pemkot Tangsel yang jadi 'beking', terbukti di beberapa lokasi dengan leluasa menjalankan bisnis 'warem esek-esek', ungkap Andi.

"Pemkot  tidak menghargai dan menjalankan salahsatu motto Relegius. Jangan hanya mencari pencitraan guna meraih penghargaan dengan menertib   PKL saja, tapi yang jelas melanggar larangan Agama diabaikan," papar Andi.

Seperti penelusuran DT, di semua wilayah Kota Tangsel, warem terdapat hampir di setiap Kecamatan, seperti  lokasi warem Kelapa Dua Babakan, alang-alang Buaran, Pondok Kacang, Tegal Rotan, Pondok Cabe, Serua Indah, Jl Merpati, serta tempat karaoke besar berkedok legal tapi prakteknya bisa 'Hitam'.(Red)

Go to top

Copyright ©2020 Detak Group. All rights reserved. Support by pamulang online