SMPIT Asy-Syukriyyah Datangkan Tutor dari Jawa Timur

detak.co.id JAKARTA-Tidak bisa dipungkiri,kebutuhan akan bahasa inggris pada era saat ini sangat penting. Sekolah berlomba-lomba agar siswanya mahir. Seperti yang dilakukan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Asy-Syukriyyah, Cipondoh, Kota Tangerang.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 16 pendamping bahasa inggris langsung didatangkan dari Pare, Jawa Timur. Mereka mendampingi siswa selama dua minggu dalam program matrikulasi bahasa inggris, yang selanjutnya ditutup dengan penampilan pentas seni dengan menggunakan bahasa inggis.

Kepala SMPIT Asy-Syukriyyah Sevi Yenti menjelaskan, program matrikusi ini adalah program lanjutan dari tahun sebelumnya. Tahun ini merupakan kali kelima diselenggarakan program tersebut. Program yang telah dilaksanakan selama dua pekan ini dilaksanakan dari jam pertama sampai jam ketiga
Selain mendampinngi siswa dalam belajar bahasa inggris, para pendamping atau yang lebih dikenal dengan bahasa tutor ini juga mendapingi guru. Tutor kepada guru dilaksanakan tiga hari dalam sepekan.
"Kami juga tidak berhenti sampai di sini. Di akhir tahun nanti akan ada holiday in Pare. Bisa dibilang kelanjutan dari program ini. Para siswa nantinya akan belajar berbahasa inggris selama 10 hari," terangnya.
Ada juga program lanjutan yang nantinya akan dilaksanakan di Singapura. Sebanyak 40 siswa nantinya akan belajar bahasa Inggris langsung, yang dikenal dengan buddy. Ia berharap, program ini dapat menambah kepercayaan diri dan memperlancar siswa dalam berbahasa Inggris.
Di tempat yang sama, Ahmad Wafirun Niam (27), salah satu tutor dari Pare mengatakan, metode yang digunakan kepada para siswa lebih menekankan kepada percakapan. Hal ini dimaksudkan agar siswa bisa terampil berbahasa dan tidak malu berbahasa Inggris.
"Jadi kita meminta kepada siswa untuk berbahasa inggris dari jam pertama sampai jam ketiga. Jika ada siswa yang kedapatan berbahasa indonesia, harus menggantinya dengan lima kosakata bahasa inggris," terang Ahmad.
Menurutnya, yang paling utama dalam belajar bahasa Inggris adalah berani mengucapkan, percaya diri dan tidak malu menggunakannya. Ia pun berharap, program seperti ini perlu dilanjutkan setiap tahunnya, agar para siswa tetap terbiasa dengan bahasa Inggris.

Rate this item
(1 Vote)
Go to top