Apindo: Tuntutan Buruh Tidak Realistis, Hasil Survei Rp 1,9 Juta

illustrasi- demo buruh tuntut kenaikan upah illustrasi- demo buruh tuntut kenaikan upah

CIKUPA - Aksi besar-besaran yang dilakukan sejumlah serikat buruh dengan tuntutan Rp3,5 Juta nampaknuya tidak akan membuahkan hasil. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai tidak realistis.

Sekretaris Apindo Kabupaten Tangerang, Juanda Usman mengatakan, tuntutan upah sebesar Rp 3,7 tidak mendasar. Penetapan upah minimum kabupaten (UMK) harus didasari beberapa faktor, selain hasil survey, pertimbangan UMK Kabupaten/Kota terdekat juga menjadi penentu penetapan UMK.

Juanda menilai tuntutan buruh dengan menggelar aksi besar-besaran, hanya merugikan banyak pihak. Selain merugikan karyawan pabrik yang disweeping, juga merugikan masyarakat umum pengguna jalan, karena banyak arus lalulintas terganggu.

"Demo menuntut kesejahteraan sah-sah saja, tapi jangan merugikan orang lain. Apalagi dengan melakukan sweeping dengan memulangkan karyawan, mereka harus kehilangan penghasilan karena tidak digaji oleh perusahaan," terangnya.

Menurut Juanda, dewan pengupahan masih akan melakukan survey satu kali lagi pada 6 November mendatang. Saat ini hasil survey dewan pengupahan, hanya merekomendasikan kebutuhan hidup layak (KHL) sebesar Rp. 1,9 Juta. Jika menuntut 3,7 juta itu tidak realistis.

"Jakarta saja menetapkan KHL hanya 2,3 Juta, masa kita harus lebih besar dari Jakarta. Kalau maksimal kenaikan 10 persen dari upah saat ini sebesar Rp. 2,2 Juta, atau sekitar Rp. 2,4 Juta, mungkin masih realistislah," tegasnya. (Vj)

Rate this item
(0 votes)
Go to top