11 LP dan Rutan di Banten Rawan Narkoba

Ilustrasi Ilustrasi

Detakbanten.com KABUPATEN TANGERANG - Sebanyak sebelas lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di wilayah Banten rawan dijadikan bisnis dan penyelundupan narkoba. Kondisi LP yang kelebihan penghuni dan minimnya petugas menjadi faktor utama rawannya tujuh LP dan empat rutan tersebut.

"Semuanya rawan," ujar Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Banten, Molyanto, seusai membuka Pekan Olahraga dan Seni Antar-Lembaga Pemasyarakatan Se-Banten di Tangerang, Senin (20/4/2015).

Molyanto mengakui kelemahan pengawasan dan keamanan semua LP dan rutan di Banten terjadi karena tidak seimbangnya jumlah penghuni penjara dengan petugas yang ada. "Idealnya, 1 : 20, (satu petugas mengawasi 20 warga binaan), tapi dengan kondisi saat ini jadi tidak sebanding," katanya.

Menurut dia, semua LP dan rutan di Banten saat ini sudah melebihi kapasitas 100 persen. Ia mencontohkan Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Tangerang, yang berkapasitas 1.300 orang, kini dihuni 2.147 orang.

Meski dihadapkan pada situasi seperti itu, Molyanto mengatakan pemerintah tetap mengupayakan pencegahan dan pengawasan tahanan di dalam LP dengan maksimal. "Razia kami intensifkan sebanyak 2-3 kali dalam sepekan," katanya. Razia dadakan juga kerap digelar jika ada temuan dan informasi penting.

Operasi, kata Molyanto, lebih difokuskan pada ponsel, senjata tajam, hingga narkoba. Untuk mengantisipasi adanya “permainan” antara tahanan dan petugas penjara, Kanwil Banten akan memberikan sanksi tegas hingga pemecatan kepada petugas. "Saat ini ada dua petugas yang sedang dalam proses pemecatan," tuturnya. Dua petugas tersebut adalah petugas di LP Kelas I A Tangerang yang terlibat dalam penyelundupan narkoba pada 2014.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Tangerang Sugeng Iriawan mengakui kondisi LP yang kelebihan kapasitas dan minimnya petugas membuat mereka kewalahan mengawasi ribuan narapidana dan tahanan yang ada. "Satu regu terdiri atas 15 orang, yang diawasi 2.000 orang lebih," ucapnya.

Rate this item
(0 votes)
Go to top