Hearing Batal, Aktivis Lingkungan Luapkan Emosional

detaktangsel TIGARAKSA - Tidak hadirnya satupun anggota DPRD Kabupaten Tangerang dalam hearing yang digelar bersama Aktivis Peduli Lingkungan (PLK) yang diagendakan Kamis (1/10/2015) membuat aktivis berang dengan mengeluarkan emosional kepada pihak humas dan protokol.

Ketua aktivis PLK Ucup mengatakan ketidakhadiran satupun anggota dewan dirinya merasa sudah dilecehkan. Pasalnya tidak ada pembatalan sekalipun dalam Hearing yang digelar pukul 13.00 WIB di Gedung DPRD tersebut.

"Kami merasa dilecehkan oleh dewan, percuma gedung ini dibangun dengan biaya milyaran rupiah, tapi tak ada satupun dewan yang ada digedung ini," ungkapnya kepada wartawan.

Senada diungkapkan Abil Satibi dia bersama aktivis Himaputra, HMI Tangerang Raya, Tabur Mangruf, FKRB dan ketua Karang Taruna Kecamatan Mauk sudah melayangkan surat tertanggal 25 September 2015 silam terkait permohonan hearing. Bahkan sudah diagendakan Kamis (1/10/2015) oleh ketua komisi IV.

"Kenapa sudah dijadwalkan hearing yang diselenggarakan kemarin, dewan pada kosong, kami merasa dikadalin sama mereka. Padahal kedatangan kami untuk menyampaikan aspirasi soal empat sungai yang tercemar di Kabupaten Tangerang," tegasnya.

Dia menambahkan persoalan lingkungan merupakan tanggung jawab semua warga, tentunya sebagai anggota Dewan mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk membuat pansus lingkungan hidup. Di Kabupaten Tangerang ada empat sungai kondisinya sangat kritis. Limbah industri dibiarkan dibuang sembarangan, sementara warga yang harus menangung akibatnya.

"Ada empat sungai yang melintas yakni Sungai Cisadane, Cirarab, Cimanceri dan sungai Cidurian, kondisinya sangat memperihatinkan. Kami berharap DPRD membuat pansus pencemaran lingkungan," tandasnya.

Rate this item
(0 votes)
Go to top