Tergiur Harga Tanah Melambung SDN 3 Panunggangan Timur Disegel

Tergiur Harga Tanah Melambung SDN 3 Panunggangan Timur Disegel Tergiur Harga Tanah Melambung SDN 3 Panunggangan Timur Disegel

detaktangerang.com - PANUNGGANGAN TIMUR, Tergiur harga tanah melambung tinggi, Selasa (18/2), pemilik tanah menyegel SDN Panunggangan 3. Lokasi sekolah ini di Kampung Kelapa Panunggangan Timur RT 03/RW 01, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Dedy (40), ahli waris tanah membenarkan menyegel sekolah tersebut. Alasannya, tanah tersebut akan dijual ke pengembang Alam Sutera.
"Saya minta kembali tanah tersebut. Saya punya surat kepemilikannya," tandas Dedy.
Informasi yang dihimpun detaktangerang.com, Rabu (19/2), menyebutkan pengembang Alam Sutera berani mematok harga Rp5 juta per meter. Hal ini mungkin memicu Dedy untuk menyegel SDN 3 Panunggangan Timur.

Semula luas tanah tersebut seluas 1686 meter. Namun, almarhum Hj Tjimah Tipis Cilok, orangtua Dedy, telah menjual seribu meter kepada Lurah Hasan (pihak pertama) pada 1997. Dengan demikian, pemkot hanya memiliki hak atas tanah seluas seribu meter dan sisanya 686 meter tetap milik ahli waris.

"Saya hanya meminta hak saya," katanya.
Surat kepemilikan tanah tersebut atas nama ahli waris alm Hj Tjimah Tipis Cilok, sebagai pemilik tanah. Hak kepemilikan ini diperkuat surat girik/c No 1333 persil 92.D.III.
"Surat tanah sekarang di tangan saya selaku anaknya," kata Dedy.

Dedy mengaku sengaja menyegel SDN 3 Panunggangan pada Selasa (18/2) malam hari. Kalau pagi hari, ia tidak tega terhadap kondisi para siswa.
"Saya takut anak-anak sedih karena sekolahnya disegel," tuturnya.

Menurut Dedy, pemkot tidak mau menyerahkan sisa 686 meter tersebut. Kalau pemkot kekeh, ia menyegel SDN Panunggangan 3 selamana. Sebaliknya bila ada pihak-pihak yang keberatan atas hal tersebut, silakan tunjukan surat-surat resmi yang membuktikan kepemilikan tanah tersebut.

Dedy mengku sudah menemui Lurah, Camat, UPTD, dan pengawas membicarakan masalah. Alhasil, menurutnya, ada jaminan dari Lurah dan Camat dan mereka akan mengurus secepatnya permasalahan tersebut agar cepat diselesaikan.

Adalah Edo (12), murid kelas 6 menuturkan kesedihannya.
"Saya sangat sedih adanya kejadian. Saya dan teman-teman kaget ketika mau masuk ke sekolah. Karena melihat sekolah kami digembok dan ada tulisan disegel. Saya tidak tahu siapa orang yang menyegelnya," tutur Edo dengan nada sendu.

Edo bersama teman-teman kekeh dan ngotot agar sekolah dibuka kembali sekolahnya. Paling tidak, mereka mengharapkan Walikota Kota Tangerang segera turun tangan menyelesaikan masalah ini.
"Pak Walikota, tolong buatkan kami sekolah yang baru kalau memang mau digusur. Kan kami sudah kelas 6, masa sekolah kami ditutup," pintanya. (des)

Rate this item
(0 votes)
Go to top