Sjaifuddin Komisi IV Kritisi Program Walikota Tangerang : Mimpi Arief Ketinggian

H Sjaifuddin saat diruangan Komisi IV DPRD Kota Tangerang H Sjaifuddin saat diruangan Komisi IV DPRD Kota Tangerang

detakbanten.com Kota TANGERANG - Banyak Program yang dicetuskan oleh walikota Tangerang, Arief R Wismansyah semenjak dirinya resmi menjadi pemimpin Kota Tangerang.

Namun dari sekian banyaknya program yang dicetuskannya, tidak ada satu pun yang bisa diserap oleh masyarakat Kota Tangerang secara menyeluruh.

Ya, hal tersebut dikritisi oleh anggota Komisi IV Sjaifuddin Z Hamadin, DPRD Kota Tangerang diruangannya, Kamis (10/9/15).

Menurutnya, berbagai program pembangunan dicetuskan guna membangun Kota Tangerang, mulai dari Program Tangerang Cerdas, Tangerang Terang, Tangerang Berbenah, Tangerang Berkebun, Tangerang Bersih, hingga Tangerang Sehat.

" Fakta dilapangan, dari sekian program itu, tidak ada satu pun yang bisa diserap dan dirasakan secara menyeluruh oleh masyarakat Kota Tangerang," ujar Sjaifuddin dengan senyum kecilnya.

Kendati demikian, Sjaifuddin mengakui kecerdasan yang dimiliki oleh Arief dalam mencetuskan berbagai program, namun sayang belum diimbangi dengan implementasi dilapangan. Bahkan banyak kalangan yang mempertanyakan bagaimana program tersebut dapat berjalan dan apa hasilnya.

Sjaifuddin juga menyindir program Arief seperti mimpi disiang bolong. Tinggi diawang-awang tanpa melihat kondisi dan kemampuan yang ada.

Seperti halnya konsep TANGERANG LIVE, (Liveable,Investable,Visitable dan E-City) yang belum banyak dimengerti oleh para aparaturnya, terlebih oleh masyarakat Kota Tangerang. Melihat itu, Sjaifuddin menilai kalau program tersebut tidak seiring sejalan dengan para aparaturnya.

" Terlihat Arief berlari kencang, para aparaturnya tertinggal dibelakang," sindir Sjaifuddin politisi dari partai PAN.

Seharusnya, dalam menjalankan dan mengimplementasikan program pembangunan itu, Arief tak perlu serakah. Tapi bisa dilakukan secara bertahap, satu persatu sampai bisa dirasakan oleh masyarakat secara menyeluruh, dengan begitu Arief beserta jajarannya bisa lebih fokus.

" Jangan hanya seremonialnya saja, tapi harus dijalankan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Tangerang," tuturnya.

Namun dari sekian banyaknya program yang ada, Sjaifuddin tetap mengapresiasi program yang dicetuskan Arief. Terlebih dengan program Tangerang Bersih dan Tangerang Berbenah.

"Kedua program tersebut dapat memberikan motivasi dan dorongan kepada masyarakat untuk berprilaku hidup sehat dan berbenah menjadi lebih baik," tuturnya lagi.

Bukan hanya program saja yang dikritisi oleh Sjaifuddin, gaya kepemimpinan Arief yang labil dan lembut seperti pisang. Seperti contohnya, dalam rencana detail tata ruang (RDTR) Kecamatan Cibodas dipersiapkan untuk revitalisasi terminal C.

Tapi pada kenyataannya, sekarang malah berdiri menara base transceiver station (BTS). Hal lainnya, yakni Apartemen Ayodia, padahal ijinnya saat itu belum ada, tapi dibiarkan dibangun dan sekarang sudah berdiri, padahal itu jelas melanggar aturan yang ada.

" Saat di tanya kepada dinas terkait, pihaknya hanya menjawab ' yang penting ada pemasukan besar ' ini kan tidak benar. Ibarat Pisang kepemimpinan Arief terlalu lembut dan mudah dibelokan, kita kan butuh pemimpin yang tegas," canda Sjaifuddin sambil tersenyum manis.

Rate this item
(0 votes)
Go to top