Dinilai Mengganggu, Warga Aweh Minta Jalan Dihotmix

detakserang.com - Lebak, Sejumlah warga Kalanganyar mengeluhkan pembangunan pemeliharaan jalan di wilayah mereka. Pasalnya, pekerjaanya terkesan asal-asalan, baik pekerjaan pemeliharaan jalan Sultan Maulana Hasanudin (Aweh-Mandala) atau pun Jalan raya Leuwidamar, tepatnya antara kampung Aweh dengan kampung Pariuk, Desa Sukamekarsasi, Kecamatan Kalanganyar. Kondisinya hanya di lapisi dengan batu kerikil, sehingga batu-batu tersebut berserakan dan dapat membahayakan pengguna jalan. Selain itu, jika musim kemarau kondisinya menjadi berdebu dan sangat membahayakan bagi kesehatan warga .

" Kami merasa heran, kenapa jalan yang jaraknya haya 1 km saja ke pusat pemerintah kabupaten Lebak, kok pemeliharaanya seperti itu sih ," kata Ade Purna warga Kalanganyar, Jumat (8/8)

Ade yang juga merupakan ketua kordinator kota aliansi masyarakat peduli lingkungan (Ampel), meminta pada pemerintah agar segera di hotmix, karena masyarakat menjadi resah dengan banyaknya kerikil yang berserakan dan debu juga mengancam keselamatan jiwa dengan tiap hari mengisap deb.

" Soalnya lama-lama bisa warga banyak yang menderita menyakit isfa. lo ," katanya.

Pemerintah dalam hal ini Dinas Bina Marga Kabupaten Lebak, kata Ade agar bertanggung jawab memperbaiki jalan Rangkasbitung-Lewi Damar tepatnya di Kampung aweh Desa Aweh Kecamatan Kalanganyar.

" Kami berharap pemerintah segera menghotmiknya " katanya.

Sementara warga setempat Arif (29) meminta pihak Dinas Bina Marga selaku liding sektor jangan menutup mata,coba perhatikan dampak dari jalan yang berdebu dan berkerikil ini,perhatikan warga terhadap kesehatan dan keselamatan para pengguna jalan.

" Karena sudahlebih dari satu bulan lamanya warga kami dibiarkan mengisap debu dan menganggu kesehatan diakibatkan pembangunan pemeliharaan jalan yang asal-asalan dan menimbulkan sesak pernafasan baik pengguna jalan ataupun warga,lihat pepohonan dan rumah warga diselimuti dengan debu, " katanya.

Rate this item
(0 votes)
Go to top