Antisipasi Konflik SARA, Kesbangpol Pandeglang Gelar Rakor

detakbanten.com PANDEGLANG - Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), dibentuk untuk mengantisipasi terjadinya potensi konflik didalam masyarakat, yang disebabkan oleh masalah suku, agama dan ras (SARA).

Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Kesatuan bangsa, politik dan perlindungan masyarakat (Kesbangpol linmas) Kabupaten Pandeglang, Tb. Saprudin sesaat setelah acara rapat koordinasi dan sosialisasi Forum pembauran Kebangsaan di aula kantor Kesbangpol setempat, Selasa (23/2/2016).

Menurutnya, FPK telah terbentuk di 8 Kecamatan, yakni Kecamatan Pandeglang, Karangtanjung, Cadasari, Majasari, Labuan, Panimbang, Cikeusik dan Sumur.

Pembentukan FPK, kata dia adalah sebagai tindaklanjut dari Perbup No. 50 tahun 2015, tentang pedoman pembentukan Forum pembaruan kebangsaan (FPK).

"FPK terdiri dari berbagai etnis yang ada di kabupaten Pandeglang. Termasuk didalamnya ada MUI, FKUB dan berbagai kelompok masyrakat lainnya," katanya.

Sementara itu, terkait dengan 51 orang ex anggota Gafatar yang telah dipulangkan ke kampung halamannya masing- masing, kata Abah sapaan akrabnya, pihaknya terus melakukan pembinaan dan pengawasan melalui Muspika dan MUI ditingkat Kecamatan.

"Untuk ex anggota Gafatar, kita terus lakukan pembinaan dan pengawasan melalui Muspika dan MUI di masing- masing Kecamatan, hal ini kita lakukan agar tidak terjadi konflik horizontal di tengah masyarakat," pungkasnya.

Rate this item
(0 votes)
Go to top