Mendagri Imbau Kepala Daerah Waspadai Para Penghianat Bangsa

detak.co.id JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengimbau para kepala daerah untuk mewaspadai gerakan-gerakan penghianat bangsa yang kerap mengadu domba masyarakat.

Imbauan ini disampaikan Mendagri untuk mendorong kesatuan Indonesia, yang menjadi salah satu semangat dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 di instansinya.

"Saat ini, musuh kita bukan hanya dari luar. Musuh bangsa ini ada juga di dalam negara itu sendiri. Oleh karena itu, camat, lurah, sampai kepala desa perlu waspada pada penghianat bangsa, kelompok yang mulai mengkerdilkan dan ingin menghapus Pancasila dan UUD 45," kata Tjahjo di Kemendagri, Jakarta, Rabu (17/8).

Selain memetakan kelompok yang kerap melecehkan lambang dan konstitusi negara, ia juga meminta pemerintah di daerah mewaspadai oknum yang mengincar adanya gangguan pada kemajemukan bangsa.

"Kekuatan bangsa ini berasal dari berbagai agama, suku, dan golongan. Ini jati diri, ini warna yang harus kita jaga dan pertahankan," ujarnya.

Apalagi, lanjutnya, saat ini masyarakat mudah terpancing oleh isu-isu SARA, sehingga dalam hal ini tugas pemerintah daerah ditekankan pada penjagaan stabilitas di wilayah masing-masing.

"Jangan sampai kejadian di Tanjungbalai terulang dan ada daerah yang tersulut lagi," kata Tjahjo.

Mendagri juga menekankan para pembantunya yang berada di pusat maupun daerah untuk menjauhi narkoba.

"Narkoba sudah mulai menjadi candu. Masuknya narkoba di negeri kita itu dari Tiongkok yang dipasok ke Malaysia, ini harus kita lawan. Negara saat ini dalam keadaan darurat mengenai bagaimana mengikis habis masalah narkoba ini," tambahnya.

Oleh karena itu, koordinasi dengan tokoh masyarakat dan adat, pemuka agama, dan juga kepolisian perlu dijalin dengan baik agar dapat mengikutsertakan masyarakat dalam menjaga keamanan negara.

"Tugas kepala daerah sekarang menjaga stabilitas di daerahnya untuk mempercepat proses pemerataan pembangunan demi kesejahteraan rakyat," kata Tjahjo.

Rate this item
(0 votes)
Go to top