Seorang Diri, Nenek Renta Tinggal Digubug Reyot

detakoku.com OKU SELATAN - Pemerintah Pusat melalui Kementerian Desa telah menyalurkan Dana Desa dengan nilai ratusan juta rupiah untuk setiap desa dengan tujuan mulia yaitu untuk kesejahteraan masyarakat desa.

Dari ratusan juta rupiah yang digelontorkan kepada desa ini ternyata masih menyisakan sedikit kegetiran bagi sebagian warga desa.

Ada salah satu warga Kabupaten OKU Selatan bernama Romani, seorang nenek yang telah berusia 64 tahun dan tinggal disebuah rumah yang mirip dengan gubug reyot..

reyot

Nenek tersebut tinggal seorang diri tepatnya di Desa Tanjung Setia Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah.

Demikian penuturan dari Fatin, salah seorang tetangga terdekatnya kepada detakoku.com belum lama ini.

"Gubuk itu sangat jauh dari kata layak untuk tempat tinggal" sambungnya melukiskan

"Keluarga nya semua merantau, tinggal beliau sebatang kara dirumah sendirian" sambung Fatin.

Beliau makan dari hasil mencari sayur-sayuran di sawah dengan memanfaatkan pekarangan di rumah nya untuk menanam sayuran yg bisa di jual dipasar desa.

"Keadaan anak-anaknya mungkin sama sepertinya yang hidup jauh dari kata berkecukupan dan semua sudah berkeluarga" jelasnya

Bahkan beberapa waktu yang lalu beliau tidak pernah mendapatkan Raskin dan Bantuan BLT untuk rakyat miskin.

Setelah saya melaporkan ke pemerintah desa, sekarang sudah di data ulang oleh perintahan desa yang baru dan bantuan beras rakyat miskin sudah bisa di nikmatinya.

"Padahal rumah nenek ini berada di tengah-tengah pemukiman warga dan merupakan tempat masyarakat berlalu lalang" pungkasnya menerangkan.

Saat dikonfirmasi mengenai keadaan warganya, Kepala Desa Tanjung Setia Yahya membenarkan bahwa nenek tersebut adalah warganya.

"Dan nantinya direncanakan akan dimasukkan dalam program bedah rumah" lanjut Yahya.

"Proposal pengajuan sedang dalam pembuatan untuk di kirim ke Dinas Sosial, apalagi ini adalah mandat langsung dari Ibu Bupati OKU Selatan selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten, Isyana Popo Ali" tuturnya runut.

Rate this item
(1 Vote)
Go to top