Caleg Perempuan Warnai Panggung Politik

detaktangsel.com - CIPUTAT, Kehadiran caleg perempuan yang mewarnai panggung politik Indonesia berdampak positif bagi kemajuan kaum hawa ini. Adapun kewajiban partai politik (parpol) memenuhi kuota 30 % caleg perempuan dinilai sebagai sebuah tindakan yang positif.

Munculnya istilah affirmative action atau perlakuan khusus adalah sebuah upaya negara untuk mendongkrak posisi orang yang tidak sejajar menjadi sejajar Sama kaitannya dengan emansipasi perempuan.

"Paling tidak, perempuan diberi ruang sudah baik walau kapasitas beberapa caleg perempuan belum mumpuni," ujar Ketua Komite Mahasiswa dan Pemuda Anti Kekerasan Suci Fitriah, Sabtu (8/3).

Ia mengatakan, kehadiran beberapa perempuan, termasuk kalangan artis di pesta demokrasi 2014 adalah sebuah langkah positif. Namun, beberapa pihak menilai hal itu sebuah eksploitasi kaum perempuan.

Ia mengakui, kesiapan perempuan menjadi calon anggota legislatif (caleg) tidak bisa lepas dari tugas partai masing-masing. Jadi banyaknya parpol yang tidak mampu mengisi kuota perempuan bukan berarti tidak ada calon. Namun, tidak adanya kaderisasi pengurus perempuan ditambah lagi budaya politik patriarki di Indonesia yang sudah mengakar.

"Caleg perempuan tidak menguasai basis sosial. Di samping itu, masyarakat masih belum sepenuhnya menerima perempuan sebagai pemimpin kecuali sudah dikenal sebelumnya. (sah)

Rate this item
(0 votes)
Go to top