Dibuka Lowongan Jadi Algojo Di Sri Lanka

detaklintasbenua.com - KOLOMBO, Sri Lanka sedang membuka lowongan kerja algojo hukuman gantung. Satu orang calon algojo yang sudah terpilih mengundurkan diri setelah melihat tiang gantung untuk pertama kalinya.


"Kami memberi dia satu pekan pelatihan. Namun mengundurkan diri setelah melihat tiang gantung. Dia bilang tidak minat lagi untuk pekerjaan itu," kata Komisaris Jenderal Departemen Lembaga Pemasyarakatan Sri Lanka, Chandrarathna Pallegama kepada Reuters, Selasa (11/3).


Menurut departemen tersebut, si calon pegawai adalah urutan ketiga terbaik dari 176 pelamar. Beberapa bulan sebelumnya, dua rekrutmen urutan terbaik dipanggil untuk mulai bekerja. Namun, mereka tak pernah datang.


"Calon terakhir itu bilang kepada saya bahwa setelah melihat tiang gantungan ia jadi galau. Lain kali, kami akan perlihatkan dulu tiang gantungnya sebelum karyawan baru mendapat pelatihan dasar."


Menurut Reuters, karyawan dengan tugas sebagai algojo itu sebenarnya hanya kemungkinan kecil akan melakukan kerja sejatinya. Karena sehari-hari dia mengurus administrasi.


Sri Lanka, negara di Samudera Hindia dengan mayoritas pemeluk Budha. Terakhir kali melaksanakan hukuman mati tahun 1976. Meski demikian, saat ini paling tidak ada 405 narapidana hukuman mati di negara itu.


Rekkrutmen untuk jadi algojo, dalam bahasa Sri Lanka disebut 'vadhaka' dibuka sejak 2012. Ketika itu, seperti dilaporkan The Economist, beberapa pelamar mengundurkan diri begitu dijelaskan kerja yang akan mereka jalani.
Sebelumnya Sri Lanka punya dua algojo yang masing-masing bertugas untuk satu tiang gantung. Satu karyawan sudah pensiun sedangkan satu lagi sudah mendapat promosi jabatan.


Tak satupun dari mereka sempat menjalankan tugas melaksanakan hukuman gantung. Ketika itu, 2012, Departemen Lembaga Pemasyarakatan membuka lowongan lewat koran pemerintah dan ada 178 pelamar. Sepuluh di antaranya tidak lulus karena usia mereka di luar persyaratan yaitu 18-45 tahun. Satu perempuan pelamar langsung ditolak karena lowongan itu hanya untuk laki-laki.


Tak banyak syarat lainnya untuk menjadi algojo kecuali pendidikannya di atas kelas 2 SMP. Pejabat departemen tersebut khawatir jika syarat lowongan terlalu banyak, tak ada yang berminat.


Satu orang lamarannya gugur karena yang bersangkutan bermata satu. Ada juga pengemudi becak, purnawirawan militer, buruh, dan satu mahasiswa yang lamarannya di berbagai tempat selalu ditolak. (red)

Rate this item
(0 votes)
Go to top