Festival Debus Banten 2014 Akan Dimurikan

detakserang.com- BANTEN. Festival Debus Banten 2014 yang akan terselenggara 21 Juni nanti bertempat dianyer, bekerja sama dengan Polda Banten, Disbudpar, Pemda Kabupaten Serang, Badan Promosi Pariwisata Banten Daerah (BPPD), PHRI, ASITA, dengan pemecahan rekor muri kesenian debus banten terpanjang dan terbanyak dengan peserta 15.000 orang.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten Endrawati menjelaskan, Debus Banten adalah warisan banten sesuai Surat Keputusan (SK) Kementrian Pendidikan dan kebudayaan.

"Dalam hal ini kebersamaan untuk melestarikan kesenian dan kebudayaan banten siperlukan tiga unsur yaitu, pengamanan, pengembangan, kemanfaatan, artinya kesenian dan kebudayaan Banten jangan sampai punah atau diakui oleh daerah lain untuk itu kita harus siap menampilkan kehadapan pulik agar mencuat kesenian dan ke budayaan yang ada di banten sehingga bisa menggiring wisatawan daerah dan manca negara untuk datang kebanten yang biasa di sebut sebagian orang sebagai tanah jawara," terang Endrawati. Selasa (6/5)

Lanjut Endrawati, Ada tiga hal yang di ketahui masyarakat luar soal banten yaitu kental dengan Jawara, ulama dan baduy, itu jelas tidak bisa terpisahkan dari banten, untuk itu kita tidak menampilkan unsur isu kekerasan dan isu jawara melainkan yang akan kita tampilkan kesenian pertunjukan debusnya itupun pertunjukannya debus yang ringan saja dan tidak menampilkan debus yang ekstrim seperti memotong tangan dengan golok tajam melainkan pertunjukan debus yang di anggap ringan seperti memasak telur di kepala karena sebetulnya yang di masukan dari rekor muri adalah panjang dan banyaknya peserta pemain pertunjukan debus.

"Kita sebagai orang banten harus peduli dengan kesenian dan budaya banten demi selalu menjaga kelestariannya, polda banten saja yang tidak ada keterkaitan dalam hal ini tapi polda banten peduli, masa masyarakat banten tidak mau peduli, apalagi saya sebagai kepala dinas kebudayaan dan pariwisata dan juga orang banten saya harus betul peduli dengan banten," tambah Endrawati.

Rate this item
(0 votes)
Go to top