TC Popwil, Dispora se-Banten Diundang Duduk Bersama

detakserang.com – SERANG, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten akan mengundang dispora kabupaten/kota, dan 8 cabang olahraga (cabor) pengurus provinsi (pengprov)yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) di Bali 2014, Selasa (2/7) di kantor Dispora Banten.

Pemanggilan dispora dan 8 pengprov cabor ini untuk menyatukan persepsi terkait atlet terbaik yang akan mengikuti training centre (TC) atau pemusatan latihan untuk popwil. Dispora Banten pun akan mengundang pelatih-pelatih yang memiliki kredibelitas dan yang telah memiliki sertifikat yang sesuai standar. Sehingga atlet-atlet yang dipersiapkan untuk Popwil merupakan atlet terbaik.

Kepala Bidang Olahraga Dispora Banten Djajuli Khasan mengatakan, pihaknya mengundang SKPD terkait, 8 cabor pengprov dan para pelatih popda mengingat instansi atau lembaga tersebut memiliki data atlet dan mengetahui kualitas masing-masing atletnya.

"Oleh karena itu kami akan memanggil pelatih-pelatih yang berhasil membawa atlet atau cabornya yang meraih emas atau perak. Sebab merekalah yang akan menyeleksi atlet-atlet yang akan mengikuti TC," kata Djajuli.

Ia menjelaskan, pelatih yang akan menjadi talent scouting (pemandu bakat) harus menyertakan atau menunjukkan sertifikat kepelatihannya. Mengingat ini bagian dari persyaratan pelatih popda.

"Kami mencari pelatih yang kredibel dan profesional. Karena Popwil dan Popnas eventnya sudah tingkat nasional," jelas Ketua Bapopsi Banten ini.
Djajuli berharap dispora kabupaten/kota, 8 cabor pengprov dan para pelatih popda hadir pada saat pelaksanaan rapat nanti. Sebab pembahasan musyawarah nanti materinya meliputi atlet, offisial, dan pelatih.

"Dispora kabupaten/kota, pelatih dan cabor pengprov kami harapkan bisa hadir pada musyawarah nanti agar mereka tahu atlet-atletnya yang mewakili daerahnya," ujar Djajuli.

Djajuli mengungkapkan, pelaksanaan pemusatan latihan akan dimulai pertengahan Ramadan, mengingat awal puasa para atlet akan diliburkan. Adapun untuk porsi latihannya akan dikurangi mengingat ketahanan stamina atlet berbeda karena sedang menjalankan ibadah puasa bagi umat muslim yang menjalankannya. "Karena atlet kita sedang puasa paling menu latihannya sekitar 40-50 persen, supaya stamina atlet tidak terkuras," ungkapnya.

Rate this item
(0 votes)
Go to top