PSB SMKN 2 Kota Serang Raup Pendapatan Ratusan Juta

detakbanten.com SERANG – Patok biaya pendaftaran terlampau tinggi, SMKN 2 Kota Serang meraup pendapatan ratusan juta rupiah. Hal ini terlihat dari besarnya biaya pembelian formulir pendaftaran dan tes kesehatan yang sudah ditetapkan pihak sekolah.

Kondisi ini tentunya menimbulkan keluhan dari para orangtua calon siswa yang mendaftar. Salah satunya diungkapkan oleh seorang walimurid Iskandar saat diwawancarai ketika mendaftarkan keponakannya di SMKN 2 Kota Serang, Provinsi Banten, Jumat (26/6).

Iskandar menuturkan, untuk dapat mengikuti tes kesehatan yang digelar di Aula SMKN 2 Kota Serang, ia harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 75 ribu. Ditambah dengan biaya pembelian map jurusan sebesar Rp15 ribu.

"Map formulir satu lembar harganya tidak wajar. Begitupun dengan biaya tes kesehatan. Pihak sekolah jelas niat nyari untung besar," cetus Iskandar saat ditanyai detakbanten.com.

Dugaan semakin menguat, ketika detakbanten.com melakukan penelusuran ke berbagai narasumber terkait lainnya. Terungkap, dari salah seorang siswa (disembunyikan) yang mengaku ditugaskan guru SMKN 2 Kota Serang mengatakan, dirinya diminta untuk menjual map yang berisi formulir jurusan seharga Rp 15 ribu per jurusan.

"Satu map jurusan Rp 15 ribu. Saya cuma disuruh guru. Saat ini pendaftar sudah sekitar 1700 orang yang beli," terangnya.

Kebijakan yang dijalankan pihak SMKN 2 Kota Serang pada penyelenggaraan pendaftaran siswa baru tahun ajaran 2015/2016 kali ini, jelas bertentangan dengan Peraturan Walikota Serang tentang pendidikan gratis hingga jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).

Sementara, ketika akan di konfirmasi di ruang kerjanya, Kepala SMKN 2 Kota Serang Lilik Hidayatullah enggan berkomentar. Bahkan, sikap tidak kooperatif ditunjukkan Lilik sambil menyeru alasan letih dan mengantuk.

"Saya lelah dan ngantuk. Memang mau apa, tidak perlu ada yang dibicarakan lagi," katanya sambil menutup pintu ruangan.

Informasi yang didapat, jumlah siswa SMP yang mendaftar dan mengikuti tes kesehatan serta membeli map jurusan, mencapai 1700 orang. Sedangkan, per siswa harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 90 ribu sehingga mencapai total yang didapat pihak sekolah terhitung mencapai Rp153 juta.

Rate this item
(0 votes)
Go to top