Jelang Pra PON, 27 Pengprov Dapat Peringatan KONI Banten

detakbanten.com SERANG – Menjelang pelaksanaan Prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra PON), sebanyak 27 pengurus provinsi (pengprov), mendapatkan peringatan dari KONI Banten. Yakni, masalah pembelian peralatan yang digunakan pada pemusatan latihan daerah (pelatda).

Diketahui, menjelang Pra PON, KONI Banten telah membagikan dana peralatan kepada semua pengprov olahraga yang akan tampil. Namun, 27 pengprov belum melaporkan bukti pembelian peralatan yang telah digunakan untuk persiapan.

Bukti yang dimaksud adalah fisik alat, kwitansi dan faktur pembelian yang harus disesuaikan oleh bidang umum KONI Banten.

Ke-27 pengprov tersebut, di antaranya Federasi Aerosport Seluruh Indonesia (FASI) di nomor terbang layang, Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia PTMSI), Persatuan Squash Indonesia (PSI), Persatuan Hoki Indonesia (PHI), Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi), Taekwondo Indonesia (TI), Wushu Indonesia (WI), Persatuan Kempo Indonesia (Perkemi), Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).

Salah satu pengprov yang belum melaporkan bukti pembelian, adalah POBSI Banten. Padahal, KONI Banten sudah memberikan dana pembelian peralatan sebesar Rp101,400 juta pada pertengahan Agustus 2015. Peruntukannya, pembelian meja snooker seharga Rp30 juta, dua paket stik biliar Rp60 juta (satu paket Rp30 juta), bola Rp3,6 juta, bola inggris Rp4 juta, dan laken Rp3,6 juta. Namun, hingga September 2015 POBSI Banten belum memberikan laporan terkait pembelian peralatan.

Ketua Bidang Umum KONI Banten, Sutaryono mengatakan, pengprov yang sudah membeli peralatan, harus melaporkan kepada mereka.

"Hukumnya itu wajib. Bukti pembelian, kwitansi harus diserahkan kepada kami. Bahkan, barang fisiknya juga harus kami cek, sesuai dengan pengajuan atau tidak. Tidak bisa sembarangan," kata Sutaryono.

Rate this item
(0 votes)
Go to top