KONI Banten: Wushu Harus Pintar Pilih Atlet

detakbanten.com SERANG – Menjelang pelaksanaan Prakualifikasi Olahraga Nasional (Pra PON) cabang olahraga (cabor) wushu, KONI Banten mendapatkan tamparan keras. Hal itu disebabkan, dengan mendatangkan atlet luar daerah.

Diketahui, pada keikutsertaan wushu di Pra PON, ada beberapa atlet yang didatangkan dari daerah lain. Seperti contohnya Alex Hendro yang merupakan atlet Jawa Barat (Jabar). Begitupun Riki Refwalu yang merupakan atlet dari daerah Kalimantan.

Itu semua dilakukan, demi memenuhi target yang diberikan KONI Banten. Dimana atlet yang berhak tampil di ajang PON XIX, di Jawa Barat pada 2016 nanti, harus menduduki peringkat minimal kelima di ajang Pra PON.

Padahal, otoritas tertinggi olahraga di Banten itu sudah jauh hari meyampaikan, atlet yang akan membela Banten di ajang Pra PON dan PON merupakan atlet-atlet putra daerah.

Sekretaris Umum KONI Banten, Engkos Kosasih mengatakan, sebenarnya, apa yang dilakukan Pengurus Provinsi Wushu Indonesia (Pengprov WI) Banten itu sah-sah saja. Selama aturan mutasi atlet diberlakukan, tidak terlalu jadi persoalan. Dimana, atlet yang hendak didatangkan ke Banten, maksimal dua tahun sebelum PON. Bila kurang dari itu, jangan dilakukan.

"Bisa repot nanti kita bila daerah asal menuntut saat tampil di Pra PON maupun PON. Makanya, pengprov harus lebih bijak memilih atlet. Jangan karena nafsu untuk mencari medali," papar Engkos.

Selain itu, alangkah lebih baik menggunakan atlet binaan daerah sendiri. Pasalnya, tolok ukur maju atau tidaknya pembinaan di pengprov olahraga, dilihat dari ajang seperti ini.

Hal senada disampaikan Wakil Sekretaris Umum KONI Banten, Yosa Sayata. Kata dia, pengprov olahraga setiap tahun mendapatkan bantuan dana pembinaan.

"Jadi, bila saat tampil di event Pra PON malah memilih mendatangkan atlet dari luar, ngapain aja mereka selama ini? Tidak membina atlet?," kata Yosa.

Rate this item
(0 votes)
Go to top