Kadinsos Diduga Saksikan Penipuan NS

detakbanten.com SERANG - Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Provinsi Banten, Nandi Mulya diduga telah menyaksikan aksi penipuan NS. Hal itu kemungkinan menjadi penyebab enggan menemui pihak media yang meminta keterangan mengenai persoalan itu.

Miftah Salah Seorang korban NS mengatakan, dirinya diminta untuk menyerahkan uang sebesar Rp270 juta, untuk pelaksanaan kegiatan Dinas Sosial Provinsi Banten pada April 2015 lalu. "Setelah NS menandatangani kwitansi dan menjelaskan komitmen pekerjaan, NS langsung masuk ke ruangan Kadis. Tapi entah apa yang dibicarakan, karena saya tidak ikut," katanya.

Kemudian, kata Miftah, pada 01 Juli 2015, NS kembali meminta Miftah untuk berkerjasama dalam kegiatan pembinaan TKSK, dan harus menyiapkan dana sebesar Rp506.164.250. "Saat itu uang dikeluarkan oleh saya untuk perusahaan yang saya pegang," ungkapnya.

Miftah menyatakan, NS terakhir meminta dan kepada dirinya dua kali lagi, masing-masing senilai Rp286.023.000, dan Rp78 juta, seluruhnya dari perusahan yang sama. "Total uang yang saya serahkan ke NS, mencapai Rp1.140.187.250. Itu baru yang ada bukti kwitansi, kalau ditambah lainnya bisa lebih," jelasnya.

Menanggapi hal itu, Sekjend Aliansi Jurnalis Banten, Suparman meminta agar pihak Kepala Dinas selaku pimpinan, bertanggung jawab atas kasus penipuan yang dilakukan NS. untuk mengetahui lebih jelas, ia akan meminta pihak penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan tersebut.

"Kita akan melaporkan hal ini agar diselidik oleh pihak penegak hukum, hingga terbukti benar atau tidaknya. Kalau memang nanti terbukti, tentu oknum yang terlibat dalam penipuan ini harus mempertanggungjawabkan secara hukum, dan mengembalikan uang korban," tegasnya.

Hingga saat ini, Kapal Dinas Sosial enggan menemui wartawan untuk memberikan keterangan terkait dugaan tersebut. Hal itu menambah kecurigaan awak media akan keterlibatan Kadis dalam kasus penipuan yang dilakukan NS. Bahkan wartawan yang hendak konfirmasi, dialihkan agar bertemu Sekretaris Dinas yang tidak mengetahui persoalan.

Rate this item
(0 votes)
Go to top