Seni Rudat Harus Dilestarikan

detakbanten.com SERANG - Salah satu kesenian daerah asal Banten yang nyaris punah, yakni senawi Rudat, perlu dilestarikan dan dipertahankan oleh seluruh kalangan termasuk masyarakat Banten. Hal itu agar generasi muda dapat mengetahui kesenian daerah yang dahulu sangat diminati.

Lurah Cilaku, Kecamatan Curug, Kota Serang, Wasiudin mengatakan, dirinya telah mengenal seni rudat sejak tahun 1970 silam. Seni itu kerap digunakan dalam berbagai acara, seperti pernikahan, khitanan, maupun kegiatan masyarakat lainnya.

"Tapi sekarang-sekarang ini seni rudat jangankan dipakai dalam pembukaan suatu acara, kelompok seni nya saja sudah jarang. Bahkan bisa disebut langka jika ingin tahu pentas seni rudat," katanya, usai menerima pemberian alat musik seni Rudat dan pentas anak-anak didik keseniab rudat yang dipimpin bantenlik, di kantor Kelurahan Cilaku, Jumat (16/10/15).

Wasiudin menyatakan dengan adanya perhatian dari bantenlink yang berencana menghidupkan kembali kesenian rudat di Kota Serang, khusunya Cipocok, ia sangat mendukung. Sebab, dengan begitu kesenian yang merupakan warisan budaya dari nenek moyang, akan tetap terjaga kelestariannya, dan dapat diketahui sera dipelajari para generasi muda.

"Semoga rencana bantenlink ini huga bisa memberikan motivasi dan menanamkan minat para generasi muda terhadap seni rudat," ungkapnya.

Ketua Bantenlink, Oetjoe Gabriel mengatakan, dirinya sengaja mendidik anak-anak sekolah dasar yang kerap bermain sepabola di alun-alun KP3B saat sore hari untuk belajar musik tradisional seni Rudat. Selain dapat memberikan hal positif, juga diharapkan mampu menciptakan minat generasi muda terhadap seni rudat.

"Awalnya anak-anak ini hanya bermain sore, kemudian kami tawarkan untuk belajar seni rudat. Alhamdulilah sekarang sudah bisa, meski belum mahir. Semoga ini bisa menjadi langkah pelestarian kesenian daerah," ungkapnya.

Rate this item
(0 votes)
Go to top