Gubernur Banten Menyambut Kedatangan Rombongan Tim Ekspedisi Kapsul Waktu 2085

detakbanten.com SERANG - Dalam kegiatan yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo ini, ada tujuh harapan dan impian yang dititipkan masyarakat Banten untuk Indonesia. Gubernur Banten Rano Karno menyambut kedatangan Rombongan tim ekspedisi Kapsul Waktu 2085 yang akhirnya tiba di Provinsi Banten, Sabtu (17/10).

Setelah melewati 11 Provinsi di pulau sumatera, Rombongan ekspedisi kapsul waktu disambut oleh Gubernur Banten Rano Karno, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah,  Kordinator Gerakan Nasional 70 Tahun Indonesia Merdeka Jaya Wijaya dan Panitia Daerah di Pendopo lama Gubernur Banten, Kota Serang.

Tujuh mimpi dan harapan masyarakat Banten tersebut  dibacakan oleh Jaidan Barik Faturahman Siswa kelas 4 SD Al-Izzah Kota Serang dan Kirana Rahma Aulia Dila Siswi kelas 5 SD 03 Kota Serang. Harapan diberikan kepada tim agar disampaikan ke Presiden RI Joko Widodo dengan harapan bisa terwujud.

Tujuh mimpi dan harapan masyarakat Banten tersebut yaitu:
1.       Kami mengharapkan bangsa Indonesia mewujudkan mimpi-mimpi para pendiri bangsa
2.       Kami memimpikan Republik Indonesia menjadi kekuatan sosial politik terbesar dan berepengaruh di asia pasifik, suatu kekuatan kebudayaan dunia pembawa perubahan kearah yang semakin baik.
3.       Kami mengharapkan Pemerintah RI membangun penjara bawah laut di selat sunda untuk para koruptor
4.       Kami berharap bahwa air, listrik, kesehatan dan pendidikan harus diberikan secara gratis kesetiap keluarga di Indonesia sesuai dengan amanat UUD 1945 bahwa segala kekayaan alam yang terkandung di bumi Indonesia dikelola untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Indonesia.
5.       Kami berharap Usaha Kecil Menengah (UKM) sebagai lapisan utama penggerak ekonomi masyarakat yang diorganisir oleh Koperasi mengganrikan perusahaan multi nasional
6.       Kami memimpikan Provinsi Banten tumbuh menjadi model keberagaman dan menjadi contoh kehidupan beragama yang toleran dan modern
7.       Kami memimpikan dapat mewujdukan kembali kejayaan Sultan Ageng Tiryatasa dengan menata sungai-sungai sebagai pusat peradaban yang memberi manfaat bagi masa depan secara budaya, sosial dan ekonomi, sehingga terwujud Banten sebagai pusat lumbung pangan.

 Gubernur Banten Rano Karno  menyambut baik dan bangga atas kedatangan tim ekpedisi kapsul waktu 2085, “Atas nama Pemprov Banten dan masyarakat Banten saya memberikan apresiasi dan penghargaan yang setingi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah dapat berpartisipasi dalam penyelenggaraan kegiatan ini,” kata Rano.

Menurutnya, ekspedisi kapsul waktu 2085 di Provinsi Banten diharapkan menjadi momentum bagi semua masyarakat untuk dapat merefleksikan diri membangun solidaritas dan mensinergikan semua potensi sebagai dasar untuk membangun daerah Banten.

“Nantinya catatan yang tertulis dalam kapsul waktu adalah mimpi dan harapan seluruh rakyat Indonesia. Mimpi dan harapan itu harus diwujdukan melalui kerja keras dan menjadikan tema “Ayo Kerja” menjadi semangat rakyat Indonesia untuk mengejar mimpi dan harapan kemerdekaan dengan bekerja dan bekerja,” katanya.

Lebih jauh Rano mengatakan, Gerakan 70 tahun Indonesia juga diharapkan dapat membangkitkan dan berdampak meningkatkan optimisme, persatuan, kreatifitas, kebersamaan, kerja keras, solidaritas pusat dan daerah mupun pemerintah dengan rakyat.

Sementara  Ketua G70 Provinsi Banten Ananta Wahana mengatakan, keberadaan kapsul waktu merupakan simbol peringatan 70 Indonesia merdeka, kegiatan ini bukan hanya seremonial namun ada sentuhan ideologis dengan jargon pemerintah “Ayo Kerja”. Nantinya semua harapan masyarakat Banten ditampung ke dalam kapsul waktu, yang terdapat 35 lubang dari seluruh Provinsi dan Presiden Joko Widodo dan akan tahan hingga 100 tahun kedepan.

“Kapsul waktu ini hanya simbol dan diisi kertas yang berisi harapan dan mimpi masyarakat Indonesia yang disampaikan kepada para pemangku jabatan di negeri ini.  Rencananya kapsul waktu akan tiba di Istana Negara pada 28 Desember mendatang setelah berkeliling keseluruh Provinsi di Indonesia,” terangnya.

Ananta menerangkan, Panitia Daerah G70 Provinsi Banten juga telah melakukan rangkaian kegiatan lainnya, diantaranya dengan menggelar seminar revolusi mental Banten sejahtera dan bermartabat pada 6 Oktober di Kampus Untirta, ruatan sungai Ciujung di Kabupaten Serang, Lomba Fotografi bekerja sama dengan Biro Humas dan Protokol Pemprov Banten, temu penyair, tokoh ulama dan masyarakat, pasar murah dan pesta rakyat.

“Setelah dari Banten, Kapsul waktu ini akan diterbangkan ke Kota Pontianak Kalimantan Barat," katanya.

Rate this item
(0 votes)
Go to top