Print this page

Menjaga Lingkungan, Pemprove Banten Gelar Gerakan Bersih Sungai dan Situ

detakbanten.com SERANG – Dalam upaya menjaga lingkungan sungai dan situ dan mengantisipasi bencana banjir dalam mengahadapi musim penghujan, Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas  Sumber Daya Air dan Pemukiman (DSDAP) menggelar Gerakan Bersih Sungai dan Situ,  di sungai Ciujung, Desa Undar Andir, Kecamatan Kragilan-Kabupaten Serang, Senin (19/10).

Gerakan ini juga  melibatkan Kodim 0602/Serang, Polres Serang, Tagana Provinsi Banten, PMI Banten, Satpol PP dan BPBD Provinsi, Satgas Penaggulangan Bencana, Pramuka, Pecinta Alam, dan masyarakat sekitar.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sungai dan situ dengan membersihkan sungai dan situ,” kata Husni Hasan, CES Kepala Dinas SDAP Provinsi Banten.

ran1

Menurutnya, Provinsi Banten memiliki banyak sumber air, baik berupa sungai maupun situ-situ, semua harus menyadari pentingnya manfaat sungai dan situ bagi kehidupan manusia maupun mahluk hidup lainnya. Menurutnya, sungai dan situ dapat digunakan sebagai sumber air baku untuk pertanian, air minum, sumber energy, pembangkit listrik, sarana transportasi, tempat rekreasi, pengendalian banjir dan sebagainya.

“Untuk menjadikan sungai dan situ menjadi bersih dan terawat harus digerakan kesadaran masyarakatnya, sehingga fungsi dan manfaatnya menjadi lebih optimal,” kata Husni.

Gubernur Banten H.Rano Karno,S.IP mengatakan, bentuk perhatian dalam penangggulangan bencana bukan hanya pembangunan infrstruktur tetapi upaya pemeliharaan terhadap infrastruktur yang ada, termasuk pemeliharaan sungai dan situ sebagai salah satu infrastruktur alami juga perlu di pelihara.

ran2

“Pemeliharaan yang terus menerus diperlukan, agar kapasitas sungai dan situ dapat dipertahankan sehingga manfaatnya dapat di optimalkan, salah satu pemeliharaan sungai dan situ adalah dengan menjaga kebersihanya baik dari limbah padat maupun limbah cair,” ucap Gubernur.

Pada saat ini, menurut Gubernur, perilaku hidup bersih belum menjadi budaya sebagian masyarakat, sehingga lingkungan  masih dihadapi pemandangan tumpukan sampah rumah tangga, limbah pabrik, sendimentasi lumpur dan bangunan bangunan liar dibantaran sungai dan situ.
 
“Semoga ini tidak menjadi hambatan melainkan di jadikan tantangan yang perlu di cari solusinya. Maka dari itu, marilah kita bertekad agar sungai menjadi kebanggaan masyarakat dan pemerintah, dimana sungai selain sebagai sumber air baku, juga dapat dijadikan tujuan wisata bukan hanya oleh masyarakat lokal tapi juga bagi wisatawan daerah lain,” ujarnya.

Selain gerakan bersih sungai dan situ, Gubernur juga mengajak masyarakat untuk menggalakan pembuatan sumur resapan atau pembuatan lubang biopori, karena hal ini sangat efektif untuk menjaga cadangan air tanah pada saat krisis air.

“Jadikan kegiatan ini sebagai langkah awal kita untuk selalu menjaga kebersihan sungai dan situ dengan banyak melibatkan seluruh potensi masyarakat yang ada baik pemuda,pelajar/mahasiswa maupun pihak swasta sesuai dengan tugas dan kemampuan yang dimiliki,” ajak Gubernur.

Gerakan bersih sungai berlokasi disungai Ciujung, baik saluran sungai maupun dibantaran sungai dengan panjang sekitar 1,8 km dengan mengunakan 12 perahu karet. Nantinya, sampah yang terkumpul akan diangkut menggunakan truk sampah dan akan dibuang ke tempat pembuangan sampah.

Pada kegiatan ini kami bekerjasama dengan Dinas kesehatan Provinsi yaitu menyelenggarakan pengobatan gratis bagi 200 warga masyarakat disekitar kecamatan Kagilan dan pembagian sembako sebanyak 200 warga masyarakat kurang mampu di sekitar kecamatan Kagilan.

Rate this item
(0 votes)

Related items