Kepala Daerah Harus Mampu Tanamkan Masyarakat Sadar Budaya

Acara Rembug Aspirasi di rumah makan Kebon Kubil, Kota Serang Banten, Kamis (22/10/15). Acara Rembug Aspirasi di rumah makan Kebon Kubil, Kota Serang Banten, Kamis (22/10/15).

detakbanten.com SERANG - Pemimpin daerah harus mampu merubah karakter dan budaya masyarakat, sehingga dapat menanamkan kesadaran budaya bagi seluruh masyarakat daerah.

Ketua DPRD Provinsi Banten Asep Rahmatullah mengatakan, sebagai wakil rakyat maka harus siap direpotkan dengan urusan rakyat. Hal itulah yang dilakukannya dengan selalu siap dan selalu terbuka bagi siapapun yang ingin berdiskusi di ruang kerjanya.

"Saya selaku wakil rakyat selalu menerima siapapun yang ingin berdiskusi, apalagi untuk kepentingan masyarakat. Jangan jadi wakil rakyat kalau tidak mau direpotkan oleh masyarakat," kata Asep saat menghadir acara Upaya membangun kemitraan, keselarasan dan keterbukaan informasi pembangunan dalam kegiatan Rembug Aspirasi, di rumah makan Kebon Kubil, Kota Serang Banten, Kamis (22/10/15).

Asep juga mengatakan, selain menjaga, dan melestarikan budaya dalam bentuk peninggalan secara fisik juga membiasakan kebiasaan yang sudah di warisi para leluhur seperti nilai-nilai toleransi, perlu juga untuk melestarikan kegiatan gotong royong, dan lainnya dalam kehidupan sehari-hari.

"Untuk melaksanakan semua itu, tentunya perlu dukungan dari seluruh pihak, termasuk masyarakat," ungkapnya.

Pemuda Berbudaya - Putra daerah Provinsi Banten. Dari setiap elemen kampus yang di wakili hadir di acara tersebut menambahkan dalam bentuk rekomendasi ke depan. Bahwa di Banten harus di adakan acara bersatunya semua elemen mahasiswa, ulama, buruh dan masyarakat adat se-Indonesia untuk mengembalikan tatanan ber-negara yang sudah di warisi oleh para leluhur nusantara pada masanya.

"Tentunya dengan dukungan penuh semua pihak untuk menghindari kepentingan dari partai politik manapun," katanya.

Acara tersebut dihadiri oleh tiga orang narasumber, Asep Rahmatullah Ketua DPRD Banten, Yanuar Kepala Bapeda Banten dan Uten Sutendi selaku Praktisi Budaya Banten.

Diketahui, acara itu juga telah melahirkan butir-butir kesepakatan untuk sadar budaya yang telah melahirkan Pancasila dan UUD 45 dalam tatanan kenegaraan hari ini telah melenceng dari cita-cita pendiri republik jauh sebelum tahun 1908.

Rate this item
(0 votes)
Go to top