Banyaknya Persoalan Di Banten, PKC PMII Banten bentuk Forum Kudeta

detakbanten.com BANTEN - Banyak persoalan di Provinsi Banten yang perlu disikapi seluruh pemuda. Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Provinsi Banten bentuk Forum Kajian Untuk Daerah Tercinta (KUDETA) sebagai fasilitasi pemikiran organisasi-organisasi kemahasiswaan di Banten.

"Forum KUDETA adalah tempat proses dialektis bagi para aktivis dalam rangka memberikan sumbangsih pemikiran terhadap provinsi Banten dalam menyelesaikan persoalan sosial yang ada", ujar Solahudin, Pengurus PKC PMII Banten, kamis (04/02).

Lebih lanjut Solahudin mengatakan, Forum Kudeta akan dilaksanakan setiap minggu, dengan melibatkan seluruh ketua organisasi mahasiswa beserta kadernya dan tentunya seluruh stekholder yang ada di provinsi Banten baik itu eksekutif, legislatif maupun yudikatif.

Mukhtar Anshori, Ketua Umum PKC PMII Banten yang mengatakan pola kepemimpinan trias politika (eksekutif, legislatif, yudikatif) belum mampu mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat Banten.

"Dalam persoalan hukum keadilan masih belum terlihat secara menyeluruh, dari aspek legislating dan budgeting, belum terlihat kebijakan yang betul-betul partisipatif, sedangkan dari masalah realisasi program yang dilakukan oleh eksekutif masih bersipat formalistik", jelasnya.

Senada di katakan David, Ketua GMNI Banten, bahwa pelaksanaan pembangunan di provinsi Banten masih lamban. Lambannya pelaksanaan pembangunan karena ketidakseriusan pemerintah dalam mengelola sumber daya yang ada di provinsi Banten.

"Selain masalah pembangunan, yang lainnya adalah masalah pertanian yang lahannya semakin berkurang. Padahal domestik bruto yang terbesar di provinsi Banten adalah pertanian," tegasnya.

Sementara Yogi Ketua IMM Banten menjelaskan, bahwa dalam rangka menghadapi MEA perlu adanya kemandirian bagi masyarakat, peningkatan kualitas SDM yang perlu didorong melalui kebijakan yang tepat.

"Tanpa ada usaha preventif dari pemangku kebijakan, niscahya perekonomian lokal akan tergeser oleh persaingan pasar yang liberal", ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum KAMMI Banten, Deni Iskandar lebih mencermati masalah sosial. Menurutnya, persoalan sosial seperti kemiskinan, pendidikan dan pengangguran masih menjadi PR besar.

"masalah yang ada bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tetapi masyarakat secara keseluruhan meski ikut terlibat dalam menyelesaikan PR, kebersamaan dalam mencari solusi atas kompleksitasnya masalah yang ada di provinsi Banten perlu ditingkatkan, ", ujarnya.

Rate this item
(0 votes)
Go to top