Robohnya Turap Murni Force Majeur

detak.co.id SERPONG – Pelaksana proyek turab yang merobohkan bangunan SMPN Kota Tangsel, Nimrot Simanjuntak mengatakan, kejadian tersebut adalah murni force majeur. Seluruh pekerjaan fisik dinilai sudah sesuai dengan bestek.

Proyek senilai Rp1,2 miliar dengan proses pengerjaan 80 hari kerja ini dinilai sudah memenuhi standar. Bahkan dalam pengerjaan selalu diawasi oleh konsultan dan dinas terkait. Ia menampik dugaan bahwa adanya ketidakberesan dalam pengerjaan turab.

"Saya berani buktikan bahwa bahan yang kami gunakan sudah sesuai dengan permintaan. Begitu juga dengan bahan baku semen dan besi," tegas Nimrot.
Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya akan bertanggung jawab penuh akibat kejadian tersebut. Seluruh bangunan sekolah dan turab akan diperbaiki dengan tiga tahap. Tahap pertama membersihkan reruntuhan puing, tahap kedua membangun sekolah yang rusak dan tahap ketiga mengerjakan tandon.

Nimrot juga mengatakan, pihaknya masih berkorrdinasi dengan pihak terkkait untuk pengerjaan turap tersebut. Ada kemungkinan konstruksi turap akan diubah menjadi lebih datar.

"Kita lihat saja nanti, kami juga masih konsultasi dengan dinas terkait. Saat ini yang paling utama adalah membersihkan puing dan membangun sekolah yang rusak sebab anak sekolah sudah mulai masuk," pungkasnya.

Rate this item
(0 votes)
Go to top