Laporan Hasil Reses DPRD Tangsel Diserahkan, Usulan Masyarakat Jadi Perhatian Pemerintah

Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie menerima laporan hasil reses dewan dari Ketua DPRD Tangsel, Moh Ramlie dan wakilnya, Moch Shaleh Asnawi Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie menerima laporan hasil reses dewan dari Ketua DPRD Tangsel, Moh Ramlie dan wakilnya, Moch Shaleh Asnawi

detak.co.id SERPONG--Setelah melakukan kegiatan penjaringan aspirasi pada reses pertama pada 26 Januari sampai 1 Februari 2017, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar rapat paripurna penyampaian laporan hasil reses dari 7 fraksi yang ada di DPRD Tangsel.

Agenda ini dihadiri seluruh anggota DPRD dan dipimpin Ketua DPRD Kota Tangsel Moch Ramlie dan Wakil Ketua DPRD Saleh Asnawi. Turut hadir dalam rapat paripurna, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie serta sejumlah Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) kota setempat. Dalam paripurna laporan hasil reses tersebut, masing-masing fraksi menyerahkan hasil laporannya kepada pimpinan secara bergiliran.

Ketua DPRD Kota Tangsel Moch Ramlie mengatakan, aspirasi masyarakat yang disalurkan kepada anggota dewan nantinya akan diserahkan dan direalisasikan ke Pemkot Tangsel. "Pemkot Tangsel nantinya akan menindaklanjuti poin-poin hasil reses yang dilakukan di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing anggota dewan," kata Ramlie, Senin (20/2).

Dari hasil reses tersebut, lanjut Ramlie, masing-masing dapil mengemukakan permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat, baik pada sektor pembangunan fisik maupun non fisik yang meliputi bidang infrastruktur, pendidikan, sosial, ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

"Laporan hasil reses ini mengacu pada pasal 68 ayat 6 peraturan tata tertib DPRD Kota Tangsel yang merupakan kompilasi dalam bentuk pokok-pokok pikiran DPRD sebagai bahan musrembang dan sebagai bahan dalam penyusunan RKPD dan KUA dan PPAS tahun anggaran 2018," ujarnya.

Sementara, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, hasil reses adalah hasil dan fakta yang disampaikan publik kepada wakil rakyat. Tentunya itu juga akan menjadi perhatian pemerintah daerah. Benyamin menyebutkan, apa yang disampaikan publik kepada masing-masing dewan tentunya akan disesuaikan dengan anggaran dan skala prioritas.

"Apa yang disampaikan akan menjadi perhatian pemerintah daerah," tutur Bang Ben, sapaan Benyamin Davnie.

Untuk diketahui, reses merupakan komunikasi dua arah antara legislatif dengan konstituen melalui kunjungan kerja secara berkala. Hal ini, merupakan kewajiban anggota DPRD untuk bertemu dengan konstituennya secara rutin pada setiap masa reses.

Tujuan reses adalah menyerap dan menindaklanjuti aspirasi konstituen dan pengaduan masyarakat guna memberikan pertanggungjawaban moral dan politis kepada konstituen di Dapil sebagai perwujudan perwakilan rakyat dalam pemerintahan.

Rate this item
(0 votes)
Go to top