Koruptor Rp185 Miliar Kabur, Jaksa Agung: Lie Dikenal Mafia Tanah

Jaksa Agung H.M Prasetyo Jaksa Agung H.M Prasetyo poskotanews.com

detak.co.id PEMALANG - Jakarta - Handoko Lie buru-buru kabur setelah dibebaskan Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta. Alhasil, Mahkamah Agung (MA) yang memvonis Handoko selama 10 tahun penjara belum bisa dieksekusi jaksa.

Hal itu disampaikan Jaksa Agung HM Prasetyo menjawab pertanyaan anggota DPR Abdul Wahan Dalimunte dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR, Senin (5/6/2017). "Yang bersangkutan dikenal sebagai mafia tanah di Medan, keluarga Handoko Lie dan orang tuanya itu dikenal sebagai mafia tanah," ujar Prasetyo seperti dikutip detik.com.

Korupsi yang dilakukan Handoko melibatkan Wali Kota Medan 2010-2015, Rahudman. Keduanya melakukan skenario jahat dengan mengubah hak pakai menjadi hak guna bangunan di atas tanah milik PT KAI. Kini, di atas tanah itu berdiri mal terbesar di Medan, Sumatera Utara. "Kasus Mal Center Point, ini pekerjaan rumah yang sampai sekarang masih jadi pemikiran kami," ujar Prasetyo.

Terkait kasus hukumnya, Prasetyo memaparkan pihaknya telah berusaha maksimal. Kejaksaan Agung membawa Handoko dan menahannya di Jakarta untuk kepentingan penyidikan. Meski divonis bebas oleh Pengadilan Tipikir Jakarta, Handoko dijatuhi hukuman 10 tahun penjara di kasasi. "Yang pasti, alhamdulillah kami berhasil menbuktikan pelakunya salah oleh pengadilan. Bahkan sama Mahkamah Agung diputus 10 tahun penjara. Hanya sayangnya yang bersangkutan keburu lari," ujar Prasetyo.

Di kasus itu, Rahudman juga dihukum 10 tahun penjara. Rahudman kini menghuni LP untuk dua kasus yaitu kasus APBD Tapanuli Tengah dengan hukuman 4,5 tahun penjara dan kasus tanah selama 10 tahun penjara.

Rate this item
(0 votes)
Go to top