Sampah Cipeucang Overload, Ketua DPRD Tangsel Minta Kerja Sama Dengan Daerah Lain Dipercepat

Ketua DPRD Tangsel Moch Ramlie saat sidak TPSA Cipeucang Ketua DPRD Tangsel Moch Ramlie saat sidak TPSA Cipeucang

detak.co.id SERPONG--Kondisi Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cipeucang, di kawasan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diprediksi dalam waktu kurang dari setahun ke depan, bakal segera penuh oleh sampah masyarakat Tangsel yang dikirim ke pembuangan akhir tersebut. Hal inilah yang akhirnya memaksa Ketua DPRD Kota Tangsel, Moch Ramli turun gunung untuk melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi yang selama ini kerap menimbulkan masalah bagi masyarakat sekitar kawasan Cipeucang lantaran aroma tak sedapnya itu.

Dilokasi tumpukan sampah yang sudah menjadi perbukitan-perbukitan itu, politisi asal partai berlambang pohon beringin ini mengungkapkan jika sampah masyarakat Tangsel yang di buang ke TPA Cipeucang ini sudah melebihi kapasitas alias overload. Hal ini lantaran lahan Cipeucang semakin hari semakin menyempit. Sementara sampah yang masuk setiap harinya, mencapai hingga puluhan ton. Kondisi tersebut, perlu adanya pembenahan agar persoalan sampah di Cipeucang tidak semakin mengkhawatirkan.

Pantauan dilokasi TPA Cipeucang, Ramlie yang didampingi Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel, Muqodas Syuhada, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Cipeucang, Tain Setiawan dan sejumlah petugas yang sehari-harinya mengurusi Cipeucang, langsung memantau semua aktifitas yang ada di lokasi TPSA Cipeucang.

Usai sidak Ramlie menyimpulkan, harus ada solusi terbaik untuk mengantisipasi tumpukan sampah yang ada di Cipeucang. Karena, jika tidak ada solusi yang tepat, maka Cipeucang tidak akan mampu lagi menampung semua sampah yang dihasilkan oleh masyarakat Tangsel tersebut.

"Harus ada solusi yang baik, kita di DPRD bersama pemkot akan membicarakan soal ini. Karena saya lihat, tidak sampai setahun lagi TPSA Cipeucang akan penuh," kata Ramlie menjelaskan kepada wartawan, Rabu (19/7/2017).

Ramlie mengungkapkan, solusi yang harus dilakukan antara DPRD dan Pemkot Tangsel yakni dengan melakukan kerjasam denagn daerah lain di luar Kota Tangsel. Seperti Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bogor.

"Cipeucang ini setahun lagi mungkin tidak akan sanggup lagi menampung sampah, sehingga butuh solusi secepatnya agar tida menimbulkan masalah baru. Dan kami dari DPRD Kota Tangsel mendorong agar kita bisa bekerjasama dengan daerah lain seperti Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang yang memang memiliki TPA sangat mendukung dibandingkan dengan kita," bebernya.

Ramlie menjelaskan jika sebelumnya memang sudah ada proses kerjasama dengan Kabupaten Tangerang soal kerjasama TPA. Akan tetapi, hingga saat ini masih belum selesai pembahasannya.

"Dengan Kabupaten Tangerang memang sempat ada pembicaraan, tapi belum selesai pembahasannya, jadi kami berharap ini bisa dilakukan secepatnya untuk menanggulangi persoalan sampah yang ada di Tangsel," ujarnya.

Tak hanya soal kerja sama penanganan sampah dengan daerah lain, Ramlie mengatakan bahwa persoalan teknologi penanganan sampah harus dilakukan dengan sangat baik. Sehingga, pengelolaan sampah berbasis teknologi akan bisa mengurai persoalan sampah.

"Pemanfaatan teknologi juga harus digencarkan, jika mamang dimungkinkan kita buat industri sampah sekala besar di TPA ini, saya yakin itu sangat mungkin bisa dilakukan," ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel Muqodas Syuhada mengklaim jika saat ini kondisi TPA Cipeucang lebih baik dari sebelumnya. Terutama, dia bilang, untuk persoalan bau sampah yang terus ditekan agar tidak lagi menganggu lingkungan sekitar.

Dia juga mengatakan, berterimakasih atas sidak yang dilakukan Ketua DPRD Kota Tangsel. Dengan begitu, menurutnya, DPRD ikut mendorong masalah pengelolaan sampah Cipeucang agar lebih baik lagi dan tidak menganggu masyarakat.

"Solusi lainnya yang kami lakukan yakni kami terus gencarkan TPS3R dan bank sampah di seluruh lingkungan Kota Tangsel. Ini bertujuan untuk menekan tingginya volume sampah yang masuk ke TPA Cipeucang ini," tandasnya.

Rate this item
(0 votes)
Go to top