Terkait Penipuan Travel umroh, Polres OKU amankan Direktur PT Do'a Al'Amin Mekkah Madinah

Detak.co.id Baturaja – Setelah Lebih dari satu tahun menjadi DPO akhirnya Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres OKU yang dipimpin AKP. Alex Andrian, S.Kom, berhasil menangkap Marta Dinata (31), yang merupakan Direktur Biro Perjalanan Travel Haji dan Umroh PT Do'a Arafah Madinah Sumbagsel (DAM Tour) sebuah bro travel yang dahulu beralamat di Jl. Ahmad Yani, Air Karang, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU. 

Tersangka ditangkap terkait dengan kasus penipuan terhadap 15 orang calon jama'ah umroh yang terjadi pada bulan Maret tahun 2017 lalu dengan total kerugian para korban mencapai Rp 350 juta.

Barang Bukti (BB) yang berhasil diamankan dalam penangkapan tersangka terdiri dari tiga lembar bukti transfer uang, enam lembar kwitansi tanda terima uang, dua buah buku tabungan, dua buah id card kartu calon jamaah, satu buah koper besar warna merah beserta beberapa lembar berkas struktur organisasi dan kupon undian perusahaan.

Kapolres OKU AKBP. Dra. NK. Widayana Sulandari didampingi Kabag OPS. Kompol Yuskar Effendi, Kasatreskrim AKP. Alex Andrian, S.Kom saat menggelar press release di halaman Mapolres OKU, pada Kamis (22/11/18). Menyatakan bahwa Marta Dinata ditangkap satuan reserse Polres OKU yang dipimpin langsung Kasatreskrim Polres OKU di rumahnya di Jl. Imam Bonjol, Lorong Punti Kayu, Desa Air Paoh.

"Tersangka sebelumnya pernah mengelola sebuah cabang perusahaan travel perjalanan Umroh dan Haji dari Jakarta, yaitu PT Do'a Arafah Madinah Sumbagsel, namun perusahaan ini bermasalah, dan direktur pusatnya kabur, kemudian tersangka membangun perusahaan baru dengan nama Do'a Al'Amin Mekkah Madinah dan perusahan baru ini tidak terdaftar di Kementerian Agama, nah dengan perusahaan baru inilah tersangka melakukan penipuan ,"ujar Kapolres.

Menurut Kapolres 15 orang calon jama'ah umroh asal oku yang menjadi korban penipuan Marta Dinata tersebut hanya diberangkatkan oleh tersangka hingga sampai ke Jakarta saja, para jama'ah tersebut oleh tersangka di antarkan sampai ke Hotel dan kemudian ditinggal pulang ke Baturaja.

"Jadi Jama'ah hanya diantarkan sampai hotel di Jakarta dan ditinggal pulang oleh tersangka, para jamaah tidak bisa berangkat menjalankan ibadah Umroh ke tanah suci Makkah karena mereka tidak memiliki visa,"terang Kapolres.

Kapolres mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan pengembangan apakah tersangka merupakan pelaku tunggal ataukah ada tersangka lainnya.

"Tersangka akan dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan, dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun, dan kita sedang melakukan pengembangan, biasanya kejahatan seperti ini terorganisir, yang berkemungkinan melibatkan pihak-pihak lain," pungkas Kapolres.

Rate this item
(0 votes)
Go to top