>

Refleksi Pergantian Tahun

Pergantian tahun 2013/2014 telah berlalu, dan kemeriahan pun hanya menyisakan tumpukan sampah yang mencapai puluhan ton di setiap sudut kota. Namun, adakah yang sadar tentang takdir Allah SWT (Tuhan YMK) bahwa sesungguhnya umur kita semakin berkurang. Dan, kepastian ajal menjemput semakin dekat.

Dalam khutbah sholat Jumat (03/1) di Masjid Agung Al-Mujahidin Pamulang, KH Bahruddin menyampaikan bahwa sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi, kecuali bagi orang-orang yang beriman dan beramal sholeh.
Pergantian tahun diajarkan dalam Al-Quran, dan tidak hanya itu. Allah SWT mengingatkan umat di bumi (manusia) sejak pagi hari hingga pagi lagi. "Al-Fajri - Ad-Dhuha - An-Nahar - Al-Asry - Al-Lail" merupakan bentuk peringatan Allah SWT agar manusia tidak dalam merugi melalui kegiatan keseimbangan hidup di dunia dan di akhirat.
Menurutnya, ada nikmat Allah SWT yang sangat mahal, yakni Nikmat Kesehatan dan Kesempatan. Tinggallah manusia memanfaatkannya atau tidak untuk urusan dunia dan akhirat.
khotib Jumat mengajak manusia (umat Islam, khususnya) memahami dan mengamalkan Surat Ibrohim ayat 33-34 dan Al-Furqon ayat 26.
Waktu merupakan nikmat yang dinerikan Allah SWT merupakan nikmat paling mahal. Karakteristik waktu : 1 berjalan sangat cepat; 2) waktu yang telah berlalu tidak pernah kembali; 3) waktu tidak dapat digantikan (sekarang - besok- lusa, dst-nya) terus bergulir tiada henti, kecuali tiba waktunya Allah SWT yang menghentikanNya.
Seringkali banyak waktu terbuang percuma, dihabiskan dengan sesuatu yang tiada guna, dan lupa dengan suatu masa dimana Allah SWT akan meminta pertanggung-jawaban kita atas waktu yang telah Allah SWT berikan.
"Carilah bagimu untuk akhiratmu, dan carilah hartamu untukmu hidupmu," ungkap Sang Kyai menutup khutbahnya.
(Zal)

Rate this item
(0 votes)
Go to top