Golkar "Kesal" Survey Indikator Soal Atut

detaktangsel.com - JAKARTA, Pengurus Partai Golkar kesal terhadap survey Indikator yang cenderung mendesak Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah. “Ini kan survei yang tidak mewakili sampel keseluruhan masyarakat. Euforia antipati terhadap satu orang, jangan merusak penilaian secara keseluruhan," kata Wasekjen Golkar,  Nurul Arifin di Jakarta, Senin (6/1)

Menurut Nurul, semua pihak sebaiknya menahan diri dan tak terburu-buru menghakimi Ratu Atut dengan berbagai macam persepsi soal pemerintahan Banten, termasuk persepsi seperti yang disurvei oleh Lembaga Indikator Politik. "Sebaiknya antipati itu jangan selalu dimunculkan karena terbawa suasana,” tegasnya.

Lebih lanjut Nurul menjelaskan untuk menonaktifkan Ratu Atut dari jabatannya harus berdasarkan Undang-Undang yang berlaku. "Ikuti saja mekanismenya,” ucapnya sambil meminta agar masyarakat tetap menghormati hokum. “Jika memang harus mundur, pada saatnya akan dilakukan. Jangan menghakimi sebelum poses hukumnya dijalankan,"

Nurul mengingatkan agar semua pihak tak lantas menghakimi Atut dengan berbagai macam persepsi soal pemerintahan Banten, termasuk persepsi seperti yang disurvei oleh Lembaga Indikator Politik. "Sebaiknya antipati itu jangan selalu dimunculkan karena terbawa suasana,”

Seperti diketahui, survey indicator menyebutkan mayoritas warga Banten menilai pemerintahan Atut penuh dengan korupsi. "Kalau kita jumlahkan ada 77,1 % warga yang menilai pemerintah Banten tidak bersih dari praktik korupsi dan suap," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi. **cea

Rate this item
(0 votes)
Go to top