<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>vietnam Archives - Detak.co.id</title>
	<atom:link href="https://www.detak.co.id/tag/vietnam/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.detak.co.id/tag/vietnam</link>
	<description>Berita dan Informasi Terkini Seketika Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Jul 2025 16:36:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.detak.co.id/wp-content/uploads/2024/01/logodetak-mini-80x80.jpg</url>
	<title>vietnam Archives - Detak.co.id</title>
	<link>https://www.detak.co.id/tag/vietnam</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Garuda Muda Gagal Juara, Tumbang 0-1 dari Vietnam di Final Piala AFF U-23 2025</title>
		<link>https://www.detak.co.id/garuda-muda-gagal-juara-tumbang-0-1-dari-vietnam-di-final-piala-aff-u-23-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2025 16:36:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[bola]]></category>
		<category><![CDATA[garuda]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.detak.co.id/?p=13079</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.detak.co.id/garuda-muda-gagal-juara-tumbang-0-1-dari-vietnam-di-final-piala-aff-u-23-2025">Garuda Muda Gagal Juara, Tumbang 0-1 dari Vietnam di Final Piala AFF U-23 2025</a> appeared first on <a href="https://www.detak.co.id">Detak.co.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.detak.co.id/">detak.co.id</a> Jakarta – Harapan Timnas Indonesia U-23 untuk meraih gelar juara Piala AFF U-23 2025 pupus setelah dikalahkan Vietnam dengan skor tipis 0-1. Laga final yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa malam (29/7/2025), menjadi milik tim berjuluk The Golden Star.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Satu-satunya gol yang menentukan kemenangan Vietnam dicetak oleh Nguyen Cong Phuong pada menit ke-36, memanfaatkan bola muntah dalam situasi sepak pojok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kekalahan ini membuat Garuda Muda harus puas menempati posisi runner-up, sementara Vietnam sukses mempertahankan dominasinya di turnamen ini dengan meraih trofi ketiga secara beruntun dalam tiga edisi terakhir Piala AFF U-23.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jalannya Pertandingan<br>Timnas Indonesia U-23 memulai laga dengan percaya diri. Peluang pertama datang di menit ke-5 saat Jens Raven menanduk bola dari lemparan ke dalam, namun arahnya masih melambung di atas mistar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Vietnam merespons dengan serangan balik. Pada menit ke-12, Nguyen Van Truong melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, tetapi bola masih melebar dari gawang Indonesia. Van Truong kembali mengancam pada menit ke-24 lewat sundulan dari situasi sepak pojok, namun masih tipis di sisi gawang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indonesia mendapatkan dua peluang emas beruntun. Jens Raven mencoba peruntungannya di menit ke-28, tapi sepakannya masih mudah diamankan kiper Trung Kien. Satu menit berselang, Rayhan Hanan tinggal berhadapan dengan kiper, namun peluang emas itu kembali digagalkan Trung Kien.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-36. Dari situasi sepak pojok, Nguyen Cong Phuong menyambar bola muntah di depan gawang dan mengubah skor menjadi 1-0 untuk Vietnam. Skor ini bertahan hingga babak pertama usai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Babak Kedua: Garuda Muda Mandek di Tembok Vietnam<br>Memasuki paruh kedua, skuad asuhan pelatih Indonesia terus berusaha menekan untuk mencari gol penyeimbang. Namun, pertahanan rapat Vietnam membuat peluang Garuda Muda minim. Hingga menit ke-70, belum ada ancaman serius yang berhasil diciptakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Minimnya kreativitas dan koordinasi lini depan membuat usaha Timnas Indonesia U-23 selalu mentok. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor 1-0 tak berubah dan Vietnam memastikan diri sebagai juara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Susunan Pemain<br>Indonesia U-23:<br>Muhammad Ardiansyah; Kakang Rudianto, Kadek Arel, Muhammad Ferarri, Frengky Missa; Robi Darwis, Dominikus Dion, Dony Tri Pamungkas; Rayhan Hanan, Rahmat Arjuna; Jens Raven.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Vietnam U-23:<br>Trung Kien; Ly Duc, Hieu Ming, Dinh Bac; Van Truong, Van Khang, Xuan Bac, Nhat Minh; Phi Hoang, Cong Phuong, Anh Quan.</p>
<p>The post <a href="https://www.detak.co.id/garuda-muda-gagal-juara-tumbang-0-1-dari-vietnam-di-final-piala-aff-u-23-2025">Garuda Muda Gagal Juara, Tumbang 0-1 dari Vietnam di Final Piala AFF U-23 2025</a> appeared first on <a href="https://www.detak.co.id">Detak.co.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Satu Abad Pers Revolusioner Vietnam, Wartawan Juga Prajurit</title>
		<link>https://www.detak.co.id/satu-abad-pers-revolusioner-vietnam-wartawan-juga-prajurit</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2025 04:10:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[hanoi]]></category>
		<category><![CDATA[Pers]]></category>
		<category><![CDATA[PWI]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.detak.co.id/?p=11634</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.detak.co.id/satu-abad-pers-revolusioner-vietnam-wartawan-juga-prajurit">Satu Abad Pers Revolusioner Vietnam, Wartawan Juga Prajurit</a> appeared first on <a href="https://www.detak.co.id">Detak.co.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">VIETNAM, <a href="https://www.detak.co.id/">detak.co.id</a> &#8211; “Wartawan juga adalah prajurit revolusioner. Pena dan kertas adalah senjata tajam mereka,” demikian kutipan pidato utama yang disampaikan oleh Nguyễn Trọng Nghĩa, Anggota Politbiro, Sekretaris Komite Sentral Partai yang juga Kepala Komisi Sentral untuk Komunikasi dan Pendidikan Vietnam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pidato itu disampaikan dalam pembukaan Perayaan Hari Pers Revolusioner Vietnam yang genap berusia 100 tahun, Kamis pagi, 19 Juni 2025.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perayaan ditandai dengan Festival Pers Nasional 2025 dan diskusi-diskusi mendalam yang<br>diselenggarakan Asosiasi Wartawan Vietnam (Vietnam Journalists Association/VJA) di National Convention Center, Jalan Pham Hung, Hanoi, Vietnam, mulai Kamis pagi (19/6) hingga Sabtu (21/6).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mohammad Nasir, pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dari Hanoi, melaporkan,<br>acara pembukaan festival menampilkan berbagai seni tari di panggung besar. Memukau, dan mendapat sambutan tepuk tangan membahana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para penari yang tampil bergerak serentak, harmonis, dan lincah seperti hasil berlatih bertahun-tahun. Mereka seperti hasil seleksi panitia, baik ukuran berat badan, maupun tubuh yang rata-rata seimbang untuk bergerak melompat, meliuk-liuk, dan berbagai gerakan atraksi lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam festival tersebut dipamerkan lebih dari 500 foto digital, artefak, dan materi arsip yang memungkinkan pengunjung dan jurnalis untuk menyelami warisan jurnalisme Vietnam yang berani dan inovatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan yang digelar VJA itu dinilai sangat penting karena memperingati beberapa tonggak sejarah, yakni peringatan 80 tahun Revolusi Agustus (19 Agustus 1945 – 19 Agustus 2025), Hari Nasional Republik Sosialis Vietnam (2 September 1945 – 2 September 2025), ulang tahun ke-135 Presiden Ho Chi Minh (19 Mei 1890 – 19 Mei 2025), peringatan 75 tahun berdirinya Asosiasi Wartawan Vietnam (21 April 1950 – 21 April 2025), dan yang paling penting, peringatan 100 tahun Pers Revolusioner Vietnam (21 Juni 1925 – 21 Juni 2025).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut Nguyễn Trọng Nghĩa, dalam pidatonya mengutip<br>pernyataan Presiden Hồ Chí Minh bahwa jurnalisme tidak hanya mencerminkan realitas, tetapi juga berfungsi sebagai kekuatan spiritual yang kuat—membangkitkan aspirasi nasional untuk pembangunan dan memperkuat keyakinan pada jalan sosialis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Nghĩa, Festival Pers Nasional 2025 adalah simbol nyata keberlanjutan dan kemajuan—dari media cetak hingga penyiaran dan platform digital, dari ruang berita tradisional hingga model editorial multiplatform yang terintegrasi, dari pena dan kertas hingga kecerdasan buatan dan data besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu dari atas panggung mengawali pembukaan festival pers bertema “Pers Vietnam – Loyalitas, Kreativitas, Keberanian, dan Inovasi untuk Pembangunan dan Pertahanan Nasional”, Presiden VJA, Le Quoc Minh menyampaikan terima kasih kepada hadirin dari berbagai kalangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka yang hadir, terutama komunitas pers, tokoh pers, pejabat pemerintah, dan organisasi pers dari Asia Tenggara, dan negara lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Organisasi pers manca negara yang turut hadir dalam peringatan Pers Revolusioner Vietnam antara lain<br>Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat diwakili Agus Sudibyo dan M. Nasir, kemudian perwakilan organisasi pers Thailand, Kamboja, Malaysia, China, Korea Selatan, Filipina, Laos, dan Singapura.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lê Quốc Minh yang juga Anggota Komite Sentral Partai selanjutnya mengatakan, “Selama satu abad terakhir, pers revolusioner Vietnam secara konsisten memainkan peran sebagai kekuatan pelopor di bidang ideologi dan budaya, dan sekarang tetap menjadi suara setia Partai dan forum yang dapat diandalkan bagi rakyat.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menggarisbawahi bahwa &#8220;loyalitas&#8221; bukan sekadar sifat, tetapi prinsip panduan bagi jurnalis revolusioner—yang mencerminkan komitmen teguh terhadap cita-cita Partai dan kepentingan bangsa serta rakyatnya. Di era digital, pers harus mengandalkan &#8220;kreativitas&#8221; untuk beradaptasi dan berkembang dalam memenuhi tuntutan khalayak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Festival tahun ini diikuti lebih dari 124 kantor berita, Ada sekitar 130 stan yang diisi perusahaan surat kabar arus utama dari pusat dan lokal, serta lembaga pelatihan jurnalisme terkemuka. Media-media itu selama ini meliput semua aspek lehidupanmasyarakat Vietnam—dari politik dan ekonomi hingga budaya, pertahanan, keamanan, dan urusan luar negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Festival tahun ini memiliki makna penting, menandai perjalanan seratus tahun Pers Revolusioner Vietnam. Penyelenggaraannya direncanakan dengan cermat untuk memastikan semua kegiatan yang mencerminkan hakikat jurnalisme Vietnam—dari tradisinya hingga transformasi modernnya,” kata Presiden VJA Lê Quốc Minh yang juga Pemimpin Redaksi Surat Kabar Nhân Dân.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Banyak kantor berita memamerkan produk jurnalisme multimedia terkini yang menerapkan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), pemodelan 3D, holografi, dan realitas virtual.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ruang pameran khusus disiapkan media besar seperti Surat Kabar Nhân Dân, Vietnam Television (VTV), Voice of Vietnam (VOV), Vietnam News Agency (VNA), blok pers militer, dan blok pers keamanan publik. (Red)</p>
<p>The post <a href="https://www.detak.co.id/satu-abad-pers-revolusioner-vietnam-wartawan-juga-prajurit">Satu Abad Pers Revolusioner Vietnam, Wartawan Juga Prajurit</a> appeared first on <a href="https://www.detak.co.id">Detak.co.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berbeda dengan Indonesia, Vietnam Justru Turunkan PPN dari 10 Jadi 8 Persen</title>
		<link>https://www.detak.co.id/berbeda-dengan-indonesia-vietnam-justru-turunkan-ppn-dari-10-jadi-8-persen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Dec 2024 06:05:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[pajak]]></category>
		<category><![CDATA[ppn]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.detak.co.id/?p=5061</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.detak.co.id/berbeda-dengan-indonesia-vietnam-justru-turunkan-ppn-dari-10-jadi-8-persen">Berbeda dengan Indonesia, Vietnam Justru Turunkan PPN dari 10 Jadi 8 Persen</a> appeared first on <a href="https://www.detak.co.id">Detak.co.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.detak.co.id/">detak.co.id</a> NASIONAL &#8211; Pemerintah Vietnam resmi menurunkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10 persen menjadi 8 persen hingga Juni 2025. Kebijakan ini merupakan perpanjangan dari pemangkasan PPN sebesar 2 persen yang telah berlaku sejak 2022, setelah mendapatkan persetujuan dari Majelis Nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah ini bertujuan untuk merangsang daya beli masyarakat, menurunkan harga barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan sektor bisnis dan ekonomi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Đinh Trọng Thịnh, pakar ekonomi Vietnam, perpanjangan kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan konsumsi dan membantu sektor produksi. &#8220;Pengurangan PPN ini diharapkan mampu menurunkan biaya barang dan jasa, yang pada akhirnya mendukung geliat ekonomi yang tengah berjuang,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, Kementerian Keuangan Vietnam memproyeksikan kebijakan ini akan mengurangi pendapatan negara sebesar 26,1 triliun Dong (sekitar Rp 16 triliun) pada semester pertama 2025. Namun, penurunan pendapatan tersebut diyakini akan terkompensasi oleh peningkatan aktivitas produksi dan bisnis, yang berpotensi menciptakan pendapatan baru bagi anggaran negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain pemangkasan PPN, Vietnam juga meluncurkan reformasi birokrasi besar-besaran. Pemerintah telah memangkas jumlah kementerian dari 30 menjadi 21, menghapus 9 kementerian, serta merampingkan sejumlah lembaga negara, termasuk saluran televisi dan badan administratif lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya itu, pemerintah juga berencana mengurangi jumlah pegawai dan menggabungkan beberapa kementerian untuk meningkatkan efisiensi. Langkah ini bertujuan untuk mengatasi hambatan birokrasi, mengurangi kemacetan administratif, serta mengalokasikan anggaran ke proyek-proyek pembangunan prioritas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kombinasi pemangkasan PPN dan reformasi birokrasi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pemerintahan sekaligus merangsang pertumbuhan ekonomi Vietnam di tengah tantangan global. Dengan berkurangnya hambatan administrasi dan biaya barang dan jasa yang lebih rendah, daya beli masyarakat diharapkan meningkat, sementara sektor bisnis mendapat peluang lebih besar untuk berkembang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keputusan ini mencerminkan komitmen Vietnam untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, meskipun harus mengorbankan sebagian pendapatan negara dalam jangka pendek. Dengan langkah-langkah tersebut, Vietnam optimis dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia Tenggara.</p>
<p>The post <a href="https://www.detak.co.id/berbeda-dengan-indonesia-vietnam-justru-turunkan-ppn-dari-10-jadi-8-persen">Berbeda dengan Indonesia, Vietnam Justru Turunkan PPN dari 10 Jadi 8 Persen</a> appeared first on <a href="https://www.detak.co.id">Detak.co.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
