Daerah

Limbah Dapur MBG Sei Rampah Resahkan Warga, Kepala SPPG Pastikan IPAL Berfungsi

13
×

Limbah Dapur MBG Sei Rampah Resahkan Warga, Kepala SPPG Pastikan IPAL Berfungsi

Sebarkan artikel ini

detak.co.id | SERDANG BEDAGAI – Limbah pembuangan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dusun 6, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), dikeluhkan warga karena menimbulkan bau tidak sedap dan menggenangi saluran drainase di depan rumah penduduk.

Berdasarkan pantauan di lapangan, dapur SPPG tersebut berada persis di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan–Tebing Tinggi.

Bangunan ruko yang disulap menjadi dapur MBG itu membuang air limbah bekas cucian bahan pokok menu ke saluran drainase pemukiman melalui pipa plastik berwarna biru.

Limbah tersebut selanjutnya dialirkan menuju Sungai Pekong yang berjarak puluhan meter dari lokasi dapur.

Namun, warga mengaku aliran limbah tidak sepenuhnya mengalir ke sungai sebagaimana diharapkan. Air justru kerap tertahan di saluran pembuangan depan rumah warga sehingga menimbulkan aroma tidak sedap.

Salah seorang warga, Amsar, menyebut kondisi air limbah tersebut hang dibuang ke saluran pembuangan depan rumah warga sudah sangat meresahkan.

“Air limbah tersebut meresahkan karena dibuang ke saluran pembuangan depan rumah warga, selain itu mengeluarkan aroma bau busuk,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Ia meminta pemerintah setempat segera mengambil tindakan tegas agar limbah dapur tidak lagi dibuang ke saluran pemukiman.

“Diminta ada tindakan tegas agar limbah tidak dibuang sembarangan karena sudah meresahkan warga,” tambahnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala SPPG Sei Rampah, Rico Hartono Hutagaol, menjelaskan bahwa pihaknya telah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berfungsi untuk mengelola limbah dapur MBG.

“Kami sudah memiliki pengelolaan IPAL. Saat ini juga sedang dilakukan penambahan serta pembuatan saluran pembuangan air guna memastikan aliran limbah terkelola dengan baik,” paparnya.

Rico menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat desa setempat, termasuk kepala dusun dan mitra yayasan, terkait pengelolaan limbah dan operasional dapur MBG.

“Untuk perihal limbah kita sudah punya IPAL dan saat ini sedang ada penambahan saluran pembuangan yang hari ini sedang dikerjakan. Kami juga sudah berkoordinasi langsung dengan mitra dan kepala dusun,” ungkap Rico.

Warga berharap, dengan adanya perbaikan dan penambahan saluran tersebut, persoalan limbah tidak lagi mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar.(ap).