Cisauk, detak.co.id — Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, semangat berbagi dan pelayanan umat diwujudkan melalui kegiatan Khitan Massal Cisauk 2026 yang sukses diselenggarakan di Markaz MIAN, Ruko Griya Suradita Indah, Cisauk, Sabtu (14/02/2026).
Kegiatan sosial kesehatan anak ini menjadi pelaksanaan perdana dengan alokasi anggaran mencapai Rp22 juta bahkan lebih, guna menghadirkan layanan khitan gratis yang aman, profesional, dan penuh nilai ibadah bagi masyarakat.
Program ini merupakan kolaborasi dakwah dan sosial antara Cisauk Mengaji, Yayasan Asy Syisauky (YSAS) Ma’had Imam an-Nawawi (MIAN), dan Sahabat Sunnah Modern.
Antusiasme Tinggi, Kuota Terbatas
Menariknya, minat masyarakat terhadap program ini terbilang sangat tinggi. Banyak orang tua yang mendaftarkan putra-putranya untuk mengikuti khitan massal tersebut.
Namun karena kegiatan ini merupakan pelaksanaan perdana serta mempertimbangkan keterbatasan penyelenggara, tenaga, dan teknis lapangan, maka pada tahun ini panitia baru dapat melayani 19 anak yang dinyatakan lolos seleksi dan siap mengikuti tindakan.
Panitia memastikan proses seleksi dilakukan secara objektif, mempertimbangkan kesiapan peserta serta aspek teknis lainnya demi keamanan dan kualitas pelayanan.
Ke depan, panitia berkomitmen meningkatkan kapasitas program. “InsyaAllah pada tahun-tahun berikutnya kuota peserta akan kami tambah dan pelaksanaan akan dibuat lebih maksimal agar semakin banyak masyarakat yang terbantu,” ungkap panitia.
Khitan Modern, Pelayanan Profesional
Pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib, diawali registrasi, briefing medis, edukasi orang tua, hingga sesi foto bersama sebelum tindakan dimulai.
Metode yang digunakan adalah khitan modern sistem klamp yang minim nyeri, tanpa jahitan, serta mempercepat masa pemulihan. Seluruh tindakan ditangani tenaga medis profesional, dengan estimasi ±15 menit per anak.
Peserta juga memperoleh fasilitas lengkap berupa obat oral, salep luka, spray wound healing, celana batok sunat, sarung, uang saku, panduan perawatan, serta pemantauan pasca khitan via WhatsApp medis.
Rp22 Juta untuk Pelayanan Umat
Anggaran sekitar Rp22 juta lebih dialokasikan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan optimal, mulai dari layanan medis hingga fasilitas peserta.
Hal ini menjadi bukti keseriusan panitia dalam menghadirkan pelayanan sosial yang tidak hanya gratis, tetapi juga berkualitas.
Pelaksana & Penggerak Dakwah
Ketua Yayasan Syiar Asy-Syisauky (YSAS) sekaligus Penanggung Jawab MIAN dan pihak penyelenggara, Budi Santoso, menyampaikan:
“Kegiatan ini bukan hanya tentang khitan, tetapi tentang menghadirkan ketenangan bagi orang tua dan menuntun anak menuju kesempurnaan fitrahnya. Kami berharap ini menjadi amal jariyah, terlebih menjelang Ramadhan.”
Sementara itu, penggerak muda dakwah dari Cisauk Mengaji, Syam Kelana Aas, menambahkan:
“Menjelang Ramadhan kami ingin menghadirkan dakwah yang terasa manfaatnya. Khitan massal ini adalah bentuk cinta kami kepada umat, dan semoga akan terus berkembang setiap tahunnya.”
Pimpinan Cisauk Mengaji, Idpan Yudarda, turut menegaskan komitmen keberlanjutan program: “Dakwah harus hadir dalam pelayanan nyata. Ketika anak-anak tersenyum dan orang tua tenang, di situlah dakwah menemukan maknanya.”
Salah satu wali peserta, Abū ‘Amir Ibnu Abdilbarr, mengungkapkan rasa syukurnya atas pelayanan yang diberikan:
“Jazaakumullaahu khayr. Penyelenggara dan petugas sungguh luar biasa. Prosesnya, fasilitasnya, dan hasilnya sangat memuaskan. Semoga menjadi amal jariyyah dan Allah membalas dengan pahala sempurna.
بَارَكَ اللّهُ فِيكُمْ وَأَحْسَنَ اللّهُ إِلَيْكُمْ”
Menyambut Ramadhan dengan Amal Nyata
Khitan Massal Cisauk 2026 menjadi langkah awal gerakan sosial kesehatan anak yang menyentuh sisi ibadah, kemanusiaan, dan pelayanan umat sekaligus.
Dengan rencana penambahan kuota di tahun mendatang, program ini diharapkan terus berkembang—menghadirkan lebih banyak senyum anak, ketenangan orang tua, serta keberkahan bagi masyarakat Cisauk dan sekitarnya.










